Ketua KPI Pusat Ajak Mahasiswa Unwaha Jombang Jadi Duta Digital Berbasis Nilai Pesantren

0
8 views
Bagikan :

JOMBANG, TELUSUR.ID – Arus informasi yang tak terbendung di era digital memerlukan filter kognitif yang kuat dari generasi muda. Menanggapi tantangan tersebut, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah, hadir di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas, Jombang, Sabtu (09/06).

Kehadiran tokoh nasional ini bertujuan untuk memberikan wawasan strategis dalam Seminar Nasional bertajuk “Membangun Generasi Muda Cerdas Media Dalam Era Penyiaran Digital”. Acara yang berlangsung di Aula Gedung F lantai 2 ini diikuti dengan antusias oleh ratusan mahasiswa setempat.

Dalam paparannya, Ubaidillah mendorong agar mahasiswa Unwaha Jombang tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi mampu bertransformasi menjadi duta-duta digital yang baik. Ia menekankan bahwa kecerdasan bermedia adalah kompetensi wajib di masa kini.

Ketua KPI Pusat ini kemudian memberikan sebuah analogi yang menarik terkait kebijakan nasional. Ia membandingkan urgensi literasi media dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah digalakkan oleh pemerintah pusat.

Menurut Ubaidillah, jika program MBG berfokus pada asupan gizi fisik, maka program literasi dari berbagai kementerian maupun KPI bertujuan memberikan “gizi informasi” bagi otak. Tujuannya agar generasi muda benar-benar ‘melek’ media sesuai dengan kebutuhan zaman.

Ia memberikan peringatan keras agar upaya penguatan literasi digital tidak berujung sia-sia. Ubaidillah mengkhawatirkan kondisi di mana generasi muda justru terpapar informasi negatif dan destruktif di tengah masifnya kampanye literasi.

“Hari ini informasi tidak kurang, bahkan kita sedang mengalami banjir informasi. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana kita mau memilah dan memilih mana yang bermanfaat,” papar Ubaidillah di kutip Telusur.id

Prinsip “saring sebelum sharing” kembali ditegaskan sebagai pilar utama dalam berkomunikasi di ruang siber. Ubaidillah ingin apa yang disampaikan oleh mahasiswa Unwaha ke ruang publik benar-benar akurat dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Kami sangat berharap, para peserta yang hadir pada hari ini bisa menjadi pionir dan duta-duta digital yang memberikan dampak positif ke depannya,” harap Ubaidillah dengan optimis.

Sisi historis dan ideologis kampus Unwaha juga tak luput dari sorotannya. Sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren, Unwaha menyandang nama besar KH Abdul Wahab Hasbullah, seorang tokoh pesantren yang juga visioner di bidang media pada masanya.

Ubaidillah meyakini, dengan warisan nilai dari sang pahlawan nasional, Unwaha mampu melahirkan generasi yang bijak. Generasi ini diharapkan cakap dalam mengintegrasikan bidang dakwah, penyebaran informasi, dan pendidikan secara harmonis.

“Mudah-mudahan ke depan, dari rahim kampus ini juga akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang baru, yang memiliki integritas dan kecakapan komunikasi yang mumpuni,” tambah Ubaidillah.

Menyambut visi tersebut, Wakil Rektor Unwaha Jombang, Mohammad Fatchulloh atau yang akrab disapa Gus Khuk, memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai seminar nasional ini merupakan agenda yang sangat strategis bagi masa depan mahasiswa.

Gus Khuk memandang kegiatan ini sebagai upaya nyata dalam mengawal moral dan intelektualitas generasi bangsa Indonesia. Baginya, kecerdasan bermedia sosial adalah cerminan dari karakter individu yang matang di era modern.

“Seminar ini menyangkut langkah krusial dalam membangun generasi yang cerdas dan beretika dalam bermedia sosial,” tegas Gus Khuk dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Sebagai penutup, Gus Khuk berpesan agar seluruh mahasiswa Unwaha mampu memanfaatkan momentum kehadiran Ketua KPI Pusat sebagai titik tolak pengembangan diri. Ia berharap mahasiswa Unwaha tumbuh menjadi pribadi yang kompeten dan bertanggung jawab di dunia digital.

Tinggalkan Balasan