Jelang Haul ke-55 Mbah Wahab, Ketua KPI Pusat Ajak Bangsa Teladani Sang Rekonsiliator Nasional

0
5 views
Bagikan :

JOMBANG, TELUSUR.ID – Menjelang peringatan Haul ke-55 KH Abdul Wahab Hasbullah (Mbah Wahab), seruan untuk meneladani nilai-nilai perjuangan sang pahlawan nasional kembali menggema. Ubaidillah, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang juga merupakan cucu menantu Mbah Wahab, mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkaca pada ketokohan Kiai Wahab.

Gus Ubaidillah, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Kiai Wahab Hasbullah adalah sosok ulama pesantren yang memiliki kontribusi luar biasa bagi peradaban. Sejak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah pada tahun 2014, jasa-jasanya terus relevan untuk digali lebih dalam.

Menurutnya, peran strategis Mbah Wahab tidak hanya bergaung di tanah air, tetapi juga di kancah internasional. Salah satu jasa besarnya yang monumental adalah peran sentralnya dalam menyelamatkan makam Nabi Muhammad SAW di Tanah Suci.

Melalui tim Komite Hijaz yang diprakarsainya, Kiai Wahab berhasil melobi otoritas di Arab Saudi kala itu. “Berkat diplomasi tersebut, seluruh umat Islam di dunia hari ini bisa menikmati ziarah saat menjalankan ibadah umrah dan haji,” ungkap Gus Ubaidillah, dikutip Telusur.id

Di level nasional, Mbah Wahab dikenal sebagai pemikir cerdas yang mampu mencairkan kebuntuan politik melalui pendekatan budaya. Ide brilian tentang “Halal Bihalal” adalah warisan nyata yang digagasnya untuk meredam ketegangan antar-tokoh bangsa pasca-kemerdekaan.

Konsep Halal Bihalal tersebut menjadi ruang silaturahmi yang sangat efektif ketika perdebatan politik mulai memanas. Bagi Mbah Wahab, perdebatan ideologi boleh terjadi, namun persaudaraan sebagai satu bangsa harus tetap dijaga dengan baik.

“Mbah Wahab mengajarkan kita untuk menempatkan perdebatan pada ruangnya, namun tetap menjalankan silaturahmi dengan baik tanpa rasa benci,” tutur Gus Ubaidillah menjelaskan filosofi sang kakek buyut.

Gus Ubaidillah menilai semangat ini sangat krusial bagi Indonesia saat ini, terutama di tengah masa transisi pembangunan di bawah pemerintahan yang baru. Nilai-nilai moderasi dan persatuan menjadi fondasi yang tidak boleh goyah.

Ia berharap, teladan yang diberikan Mbah Wahab mampu menginspirasi pola komunikasi politik saat ini. Kritik dan saran kepada pemerintah diharapkan tetap disampaikan secara konstruktif dan sesuai pada porsinya masing-masing.

“Negara juga harus membuka telinga untuk mendengarkan masukan dari para tokoh. Dengan semangat perbaikan bangsa, kita bangun negara ini bersama-sama,” ujarnya menekankan pentingnya kolaborasi antara umara dan ulama.

Lebih lanjut, Gus Ubaidillah menaruh harapan besar pada peringatan Haul ke-55 tahun ini. Ia berharap para tokoh bangsa yang hadir dapat menyerap energi persatuan yang dahulu pernah ditunjukkan oleh Mbah Wahab bersama Bung Karno.

Sinergi antara tokoh agama dan tokoh nasionalis dalam merintis serta menjalankan kemerdekaan adalah fakta sejarah yang patut dicontoh. Persatuan tersebut adalah kunci keberhasilan Indonesia melewati masa-masa sulit di awal kemerdekaan.

“Mudah-mudahan semangat kebersamaan ini bisa diteladani oleh para tokoh yang hadir besok di acara Haul Mbah Wahab yang ke-55,” beber Gus Ubaidillah di tengah persiapan acara.

Ia menggarisbawahi bahwa Mbah Wahab bukan hanya sekadar sosok agamawan atau politisi ulung. Lebih dari itu, Mbah Wahab adalah seorang “Rekonsiliator” sejati yang mampu menjembatani berbagai perbedaan demi kepentingan nasional.

“Negara ini sangat butuh teladan dari sosok-sosok rekonsiliator yang mampu menerima perbedaan. Intinya adalah bagaimana kita bisa sama-sama menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan peringatan Haul ke-55 KH Abdul Wahab Hasbullah akan dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Minggu (10/05). Ribuan jemaah diprediksi akan memadati lokasi sejak pagi hari.

Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir dalam agenda besar tersebut. Di antaranya adalah Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, serta ulama kharismatik KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq yang akan memberikan tausiyah.

Tinggalkan Balasan