Heboh Penemuan Mayat di Jombang, Korban Diduga Meninggal Sejak Tiga Hari

0
1 views
Bagikan :

Jombang, TelusuR.ID — Warga Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam rumahnya, Jumat (15/5/2026) siang. Korban diketahui bernama Fandra Fani Kharisma (35).

Korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap dari dalam rumahnya di Jalan Arjuna RT 004 RW 002 Desa Denanyar. Polisi menduga korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

Kapolsek Kota Jombang AKP Edy Widoyono mengatakan, jasad korban pertama kali diketahui setelah seorang saksi bernama Miftachul Arief datang ke rumah korban untuk mengantarkan makanan sekitar pukul 11.45 WIB.

Namun saat tiba di lokasi, saksi merasa curiga karena makanan yang sebelumnya diantar juga belum diambil oleh korban. Selain itu, rumah korban dalam kondisi tertutup rapat.

“Ketika saksi datang untuk mengirim makanan, makanan sebelumnya ternyata masih belum diambil. Rumah dalam keadaan terkunci dan dari dalam tercium bau tidak sedap,” kata Edy kepada wartawan, Jumat (15/5).

Karena khawatir terjadi sesuatu, saksi kemudian menghubungi keluarga korban. Bersama pihak keluarga, saksi lalu berinisiatif mendobrak pintu belakang rumah.

Setelah berhasil masuk, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Tubuh korban mulai membusuk dan aroma menyengat tercium di seluruh ruangan rumah.

Penemuan itu sontak membuat geger warga sekitar. Sejumlah warga terlihat memadati area sekitar rumah korban saat proses evakuasi berlangsung.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi bersama petugas SPKT Polres Jombang, Unit Inafis, serta BPBD Jombang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan evakuasi jasad korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun di dalam rumah. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sakit.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit,” ujar Edy.

Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, korban diketahui mengalami depresi atau gangguan kejiwaan. Selama ini korban tinggal seorang diri dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Warga menyebut korban lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dan kerap menutup diri dari aktivitas sosial di lingkungannya.

Sementara itu, pelapor dalam peristiwa tersebut diketahui bernama Devi Natalia, warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi untuk dilakukan visum et repertum guna memastikan penyebab pasti kematian. Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mendalami kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan