Hardiknas 2026: Gubernur Khofifah Targetkan Jatim Jadi Barometer Pendidikan Dunia melalui ‘Jatim Cerdas’

0
9 views
Bagikan :

SURABAYA, TELUSUR.ID – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen memperkuat posisi provinsi ini sebagai barometer pendidikan nasional. Ia menekankan pentingnya pembangunan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pesan kuat tersebut disampaikan Khofifah saat memimpin Peringatan Hardiknas 2026 di Surabaya, Sabtu (2/5/2026). Ia menegaskan bahwa Jawa Timur harus terus menjadi pusat lahirnya talenta unggul yang mampu bersaing, tidak hanya di level nasional namun juga internasional.

Tekad tersebut sejalan dengan tema nasional Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Khofifah memadukannya dengan visi lokal “Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak”, sebuah konsep yang menitikberatkan pada hasil konkret dari proses belajar mengajar.

“Melalui program Jatim Cerdas, pemerataan akses pendidikan menjadi prioritas utama. Kami tidak ingin ada satu pun anak di Jawa Timur yang tertinggal. Semua harus mendapatkan akses dan kesempatan yang sama hingga pendidikan menengah,” tegas Khofifah di hadapan para pendidik dikutip Telusur.id

Khofifah menginstruksikan jajarannya untuk aktif melakukan penyisiran terhadap anak-anak yang belum bersekolah. Langkah ini bertujuan agar mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dapat kembali ke bangku sekolah tanpa terbebani biaya, demi memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Selain akses, Pemprov Jatim terus memperkuat sarana dan prasarana pendidikan agar lingkungan sekolah lebih inspiratif. Sekolah didorong menjadi ruang tumbuh yang sehat, aman, dan nyaman, sehingga mampu memicu kreativitas serta produktivitas baik bagi siswa maupun guru.

Aspek karakter juga menjadi fokus utama dengan memperluas gerakan budaya integritas ke seluruh SMA, SMK, dan SLB di 38 kabupaten/kota. Nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab ditanamkan sejak dini sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Sebuah kebijakan progresif juga diterapkan dengan pembatasan penggunaan gadget selama proses pembelajaran di kelas. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan konsentrasi, memperkuat interaksi sosial, serta menghidupkan budaya diskusi aktif dan literasi membaca bagi para siswa.

Tak hanya akademis, pendidikan di Jatim juga menyentuh aspek lingkungan melalui gerakan sekolah ramah lingkungan. Siswa dibiasakan meminimalisir penggunaan plastik, sejalan dengan program inovatif SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang telah diterapkan di ratusan sekolah.

Program-program pendukung lainnya seperti EJIES untuk inovasi guru, pengembangan kendaraan listrik di SMK, hingga Double Track SMA untuk kewirausahaan, terus dikembangkan. Semua inovasi ini dirancang agar pendidikan memiliki dampak ekonomi dan kemandirian bagi warga sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa pendidikan berdampak berorientasi pada kesiapan masa depan. “Siswa harus berkarakter kuat dan berprestasi. Pembatasan gadget dan penguatan literasi adalah upaya besar untuk mencapai itu,” jelasnya.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil membanggakan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Sebanyak 29.046 siswa Jawa Timur dinyatakan lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), mencatatkan rekor terbanyak secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019.

“Capaian ini menegaskan bahwa Jawa Timur adalah barometer prestasi. Ini merupakan hasil dari strategi pemetaan peluang yang dilakukan guru dan sekolah dalam membimbing pilihan studi siswa secara akurat,” kata Khofifah dengan bangga.

Tak hanya kuantitas, Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) terbanyak yang lolos SNBP. Tercatat sebanyak 8.915 siswa pemegang KIP-K berhasil menembus PTN impian mereka tahun ini.

Di sektor pendidikan kejuruan, Jawa Timur kembali mencatatkan sejarah dengan meraih juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional tiga tahun berturut-turut. Prestasi hattrick ini menjadi bukti sistem pembinaan SMK di Jatim berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Juara umum LKS tiga kali berturut-turut ini bukan kebetulan. Ini adalah hasil nyata dari visi ‘Jatim Cerdas’. Kecerdasan itu harus berdampak nyata pada daya saing lulusan kita di dunia industri,” tegas mantan Menteri Sosial tersebut.

Ke depan, Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus memperluas akses inovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran global. Fokus utamanya tetap pada pembentukan karakter generasi masa depan yang memiliki mentalitas juara namun tetap rendah hati dan berintegritas.

Melalui sinergi semangat Hardiknas dan visi Jatim Cerdas, Jawa Timur optimistis dapat terus memimpin transformasi pendidikan nasional. Langkah ini menjadi kontribusi besar dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045 melalui SDM yang berdaya saing global.

Tinggalkan Balasan