Hadiri Haul Mbah Wahab di Jombang, Wapres Gibran Tekankan Peran Santri Hadapi Tantangan Global

0
12 views
Bagikan :

JOMBANG, TELUSUR.ID – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri peringatan Haul ke-55 KH Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini disambut hangat oleh ribuan santri dan keluarga besar pesantren.

Dalam sambutannya, Wapres Gibran menceritakan momen saat panitia haul datang langsung ke kantornya untuk menyerahkan undangan. Beliau menyebut kunjungan para ibu nyai dan pengurus yayasan sebagai kehormatan besar yang harus segera ditindaklanjuti.

Meskipun undangan tersebut diterima dalam waktu yang tergolong mendesak, Gibran menegaskan komitmennya untuk hadir. Baginya, undangan dari para kiai dan ulama merupakan amanah yang tidak boleh diabaikan demi menjaga silaturahmi.

Gibran mengungkapkan bahwa dirinya semula dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Lampung pada hari yang sama. Namun, demi menghormati undangan dari keluarga besar Tambakberas, jadwal di Lampung tersebut diputuskan untuk dipercepat.

“Saya percepat kunjungan di Lampung agar bisa langsung terbang ke Jombang memenuhi amanah ini,” ujar Gibran di hadapan jamaah yang memadati area pesantren. Keputusan ini menunjukkan prioritas tinggi pemerintah terhadap tokoh ulama bangsa.

Tak lupa, Wapres Gibran menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto untuk seluruh keluarga besar Pesantren Bahrul Ulum. Beliau mengabarkan bahwa Presiden baru saja menyelesaikan agenda kenegaraan yang cukup padat di luar negeri.

Gibran menginformasikan bahwa Presiden Prabowo baru saja kembali dari kunjungan resmi di Filipina. Kehadiran Wapres di Jombang sekaligus menjadi representasi kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat santri.

Wapres juga mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama mendoakan kesehatan dan kekuatan bagi Presiden Prabowo Subianto. Doa tersebut dipanjatkan agar pemimpin negara senantiasa dilancarkan dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan yang berat.

Dalam paparan strategisnya, Gibran menyinggung berbagai kebijakan pemerintah yang terus berpihak pada kemajuan pesantren. Beliau menyebut bahwa status Hari Santri dan pembentukan Ditjen Pesantren merupakan bukti nyata pengakuan negara.

Salah satu program unggulan yang ditekankan Gibran adalah inisiasi “Kampung Haji” yang menjadi visi besar Presiden Prabowo. Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi umat Islam yang hendak beribadah ke tanah suci.

Gibran menjelaskan bahwa inovasi layanan haji sudah mulai terlihat, salah satunya dengan adanya jalur *fast track* di Surabaya. Jalur ini terbukti memangkas waktu proses administrasi imigrasi bagi jemaah haji secara signifikan.

Lebih lanjut, Kampung Haji nantinya akan dibangun di atas lahan seluas 45 hektar sebagai pusat layanan terpadu. Kawasan ini tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga pusat edukasi dan pelayanan satu atap bagi jemaah.

Tujuan utama dari pembangunan infrastruktur ini, menurut Gibran, adalah untuk menekan biaya haji agar lebih terjangkau. Efisiensi biaya menjadi target utama pemerintah agar seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berhaji.

Mengenai sosok KH Wahab Chasbullah, Gibran menyebut almarhum sebagai tokoh penggerak dan pahlawan nasional yang visioner. Semangat nasionalisme Mbah Wahab dianggap masih sangat relevan untuk dijadikan kompas bagi generasi muda saat ini.

Wapres mengingatkan para santri bahwa tantangan di masa depan tidaklah mudah karena adanya ketidakpastian global. Beliau menyoroti isu geopolitik, perang dagang, hingga disrupsi teknologi yang dapat berdampak pada stabilitas nasional.

“Santri harus siap beradaptasi dengan perubahan iklim dan dinamika dunia yang sangat cepat,” tegas Gibran. Beliau berharap pesantren tetap menjadi benteng moral sekaligus kawah candradimuka bagi inovasi teknologi.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Tambakberas, KH Hasib Wahab, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Wapres Gibran. Beliau menilai kehadiran ini sebagai simbol kuatnya sinergi antara ulama dan umara di Indonesia.

Kiai Hasib yang juga putra dari Mbah Wahab mengajak para santri untuk tetap tegak lurus mendukung program pemerintah yang bermanfaat bagi rakyat. Beliau menekankan pentingnya menjaga persatuan demi kedaulatan NKRI yang diperjuangkan para leluhur.

Menutup rangkaian acara, Kiai Hasib memimpin doa untuk keselamatan bangsa dan kesuksesan pemerintahan Prabowo-Gibran. Beliau berharap kepemimpinan nasional saat ini mampu membawa Indonesia menuju kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh rakyat.

Tinggalkan Balasan