JOMBANG,TelusuR.ID – Di sebuah ruang pertemuan yang hangat di Hotel Green Red Syariah Jombang, Kamis siang itu (16/4/2026), suasana tampak berbeda. Sejumlah peserta duduk menyimak dengan saksama, bukan sekadar menghadiri acara, tetapi ikut “sinau bareng”—belajar bersama tentang bagaimana menjaga kesehatan hidup, sekaligus kesehatan dompet.
Kegiatan yang digelar oleh LKKNU PCNU Jombang bersama Bank UOB Indonesia ini mengusung tema “Hidup Sehat, Dompet Sehat”. Sebuah tema yang sederhana, namun menyimpan pesan penting: keluarga yang kuat tidak hanya ditopang oleh fisik yang sehat, tetapi juga keuangan yang terkelola dengan baik.
Bagi penyelenggara, kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi bagian dari ikhtiar panjang untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat—agar lahir keluarga yang maslahat, sakinah, mandiri, dan sejahtera di tengah dinamika ekonomi yang kian kompleks.
Satu per satu narasumber berbagi perspektif. Setiowati, Brand Manager UOB Cabang Mojokerto, membuka wawasan peserta tentang pentingnya literasi keuangan melalui program GENCARKAN. Ia mengajak peserta memahami bahwa mengatur keuangan bukan hanya soal mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi tentang bagaimana merencanakan masa depan dengan bijak.

Suasana kemudian menghangat ketika H. Didin A. Sholahuddin—yang akrab disapa Gus Didin—mengajak peserta melihat realitas baru di era digital. Menurutnya, kemudahan teknologi bisa menjadi berkah, tetapi juga jebakan jika tidak disikapi dengan bijak. Ia mendorong lahirnya gerakan keluarga gemar menabung dan cerdas mengelola keuangan, sebagai benteng dari gaya hidup konsumtif yang kian menguat.
Dari sisi lain, Ianatul Mufarikhah atau Ning I’ah mengingatkan bahwa keuangan keluarga bukan semata urusan angka. Di dalamnya ada nilai spiritual, tanggung jawab, dan keberkahan. Mengelola keuangan, katanya, juga bagian dari menjaga harmoni rumah tangga—agar sakinah tidak hanya terasa, tetapi juga terjaga.

Kegiatan ini pun terasa semakin hidup dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari komunitas lokal hingga lembaga layanan masyarakat. Tak hanya diskusi, peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan mata gratis serta ruang interaksi edukatif yang membuat suasana belajar terasa lebih membumi.
Wakil Sekretaris PCNU Jombang, Muhammad Miftahus Saidin, melihat kegiatan ini sebagai ruang silaturahmi yang sarat makna. Baginya, “sinau bareng” semacam ini menjadi jembatan penting antara ilmu dan praktik kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal mengelola keuangan keluarga.
Hal senada disampaikan Ketua LKKNU Jombang, Dr. Begum Fauziyah. Ia berharap kolaborasi kebaikan ini tidak berhenti di satu kegiatan saja, melainkan terus berlanjut dalam berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Di antara para peserta, Sumarlik tampak sumringah. Perempuan yang tergabung dalam komunitas Perempuan Hebat Jombang ini mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. Baginya, kegiatan ini bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga memberi arah dalam mengatur keuangan keluarga secara lebih bijak.
Pada akhirnya, dari ruang sederhana itu, tersimpan harapan besar. Bahwa kesadaran tentang pentingnya literasi keuangan akan tumbuh bersama, mengakar dalam kehidupan sehari-hari, dan perlahan melahirkan keluarga-keluarga yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara spiritual.



