Home Berita Sinergi PWI dan Polres Jombang: Bekali Pelajar Literasi Hukum dan Teknik Wawancara...

Sinergi PWI dan Polres Jombang: Bekali Pelajar Literasi Hukum dan Teknik Wawancara Cegat

0
7 views
Bagikan :

JOMBANG, TELUSUR.ID – Kolaborasi unik antara praktisi media dan aparat penegak hukum tersaji dalam program Safari Jurnalistik “PWI Jombang Goes to School”. Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, hadir langsung sebagai pemateri untuk membedah sisi hukum di hadapan puluhan pelajar SMA Negeri 3 Jombang, Kamis (16/4/2026).

Sinergi ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada siswa mengenai batasan hukum sekaligus etika penyebaran informasi. AKP Dimas menekankan bahwa di era digital, Generasi Z sangat rentan bersinggungan dengan masalah kriminal jika tidak dibekali literasi yang kuat.

Data internal Satreskrim Polres Jombang menunjukkan urgensi dari kegiatan ini, di mana terdapat 184 kasus anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang ditangani selama periode 2024-2025. Angka ini menjadi dasar kepolisian untuk terus melakukan pendekatan preventif ke sekolah-sekolah.

“Kenakalan remaja sering kali dipicu oleh krisis identitas dan pengaruh lingkungan. Kami ingin para pelajar memahami bahwa setiap tindakan di dunia nyata maupun digital memiliki konsekuensi hukum,” tegas AKP Dimas di ruang Auditorium sekolah dikutip Telusur.id.

Dalam paparannya, perwira lulusan Akpol 2016 ini merinci berbagai tindak pidana yang kerap menjerat remaja, seperti judi online, tawuran, hingga kekerasan seksual. Ia memperingatkan bahwa ancaman pidana untuk kasus-kasus tersebut sangat berat, mulai dari 10 hingga 12 tahun penjara.

Selain sanksi kurungan, kepolisian mengingatkan bahwa jejak kriminal akan terekam permanen dalam database Polri. Hal ini akan menyulitkan siswa di masa depan, terutama saat proses pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk keperluan pendidikan atau kerja.

Sisi jurnalisme mulai ditonjolkan saat para peserta diberikan kesempatan melakukan simulasi wawancara teknik doorstop atau wawancara cegat. Para siswa belajar bagaimana mengajukan pertanyaan kritis namun tetap sopan langsung kepada Kasatreskrim selaku narasumber otoritatif.

Simulasi ini dirancang untuk melatih keberanian dan kemampuan berpikir cepat para pelajar dalam menggali informasi yang valid. Teknik ini merupakan salah satu pilar penting dalam kerja jurnalistik untuk mendapatkan klarifikasi langsung dari pihak berwenang.

Tak berhenti di situ, PWI Jombang juga menghadirkan para jurnalis lintas platform untuk melengkapi skill para siswa. Saiful Mualimin, jurnalis JTV, memberikan pelatihan videografi dan fotografi menggunakan perangkat ponsel agar siswa mampu memproduksi konten visual yang bercerita.

Materi kemudian berlanjut pada manajemen media sosial dan personal branding oleh Rony Suhartomo dari Garuda TV. Di sini, siswa diajarkan untuk menyaring informasi sebelum membagikannya, guna menghindari penyebaran hoaks yang bisa berujung pidana.

Sebagai materi penutup, jurnalis TV One, Rohmadi, mengajak peserta masuk dalam simulasi redaksi. Praktik lapangan ini memberikan gambaran nyata bagaimana sebuah informasi diproses, diverifikasi, hingga layak disiarkan kepada publik secara luas.

Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menyatakan bahwa kehadiran pihak kepolisian dalam agenda Safari Jurnalistik ini memberikan nilai tambah yang sangat besar. Menurutnya, jurnalisme dan penegakan hukum memiliki irisan yang sama dalam hal penyampaian kebenaran.

“Kegiatan ini adalah upaya kolaboratif kami agar generasi muda bisa menciptakan konten yang positif dan edukatif, sekaligus memiliki kesadaran hukum yang tinggi,” ujar Mufid menjelaskan visi program tersebut.

Melalui program ini, PWI Jombang dan Polres Jombang berharap para pelajar tidak hanya pandai mengoperasikan gadget, tetapi juga memiliki karakter yang bertanggung jawab. Agenda Safari Jurnalistik ini dijadwalkan akan terus menyambangi sejumlah sekolah lain di wilayah Kabupaten Jombang.

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan