JOMBANG, Telusur.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja yang berkesan di Kabupaten Jombang pada Jumat (10/4/2026). Di sela agenda resminya, pria yang akrab disapa Zulhas ini menyempatkan diri menyambangi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jombang untuk memberikan motivasi langsung kepada ratusan pelajar.
Kehadiran Menko Pangan di sekolah tersebut tidak sendirian. Ia tampak didampingi oleh Anggota DPR RI Abdul Hakim Bafagih, Tenaga Ahli Menko Pangan Ning Ema Ummiyatul Chusnah, serta pasangan pimpinan daerah, Bupati Jombang Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid.
Dalam orasi motivasinya, Zulkifli menekankan bahwa para siswa madrasah harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Ia menyebut menjadi pelajar madrasah adalah sebuah keberuntungan besar karena kurikulum yang didapatkan jauh lebih lengkap dibandingkan sekolah umum lainnya.

“Siswa-siswi madrasah harus bangga. Di sini, kalian tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan umum secara mendalam, tetapi juga dibekali pondasi agama yang kuat sebagai bekal kehidupan,” ujar Zulkifli di hadapan para siswa yang antusias.
Ketua Umum PAN ini kemudian berbagi kisah personal untuk membakar semangat para siswa. Ia mengungkapkan bahwa dirinya merupakan produk asli pendidikan madrasah, sebuah fakta yang menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan agama tidak membatasi seseorang untuk menjadi pejabat negara.
Zulkifli menceritakan bahwa ia adalah alumni Pendidikan Guru Agama (PGA), institusi yang dulu merupakan gabungan antara Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah. Ia mengenyam pendidikan selama enam tahun di sana sebelum sistem tersebut dipisah menjadi MTs dan MA pada tahun 1986.

“Lulusan MAN itu hebat-hebat, jangan pernah merasa rendah diri. Sejarah telah membuktikan banyak tokoh besar di negeri ini lahir dari rahim madrasah dan mampu berkontribusi nyata bagi bangsa,” tuturnya dengan nada optimistis dikutip Telusur.id.
Ia pun mencontohkan tokoh nasional asal Jawa Timur, Dahlan Iskan, sebagai salah satu bukti nyata kesuksesan alumni madrasah. Menurutnya, kegigihan dan etos kerja yang dibentuk di lingkungan madrasah menjadi modal berharga di dunia profesional.
Suasana semakin cair saat Zulkifli menantang para siswa untuk maju ke depan sebagai bentuk keberanian dan kebanggaan diri. Ia memberikan kuis spontan seputar pemahaman agama, mulai dari ilmu fikih, sejarah Islam (tarikh), hingga syarat dan rukun Islam.

Salah satu siswi bernama Diva menunjukkan keberaniannya dengan naik ke atas panggung. Dengan tenang, ia menjawab berbagai pertanyaan sulit mengenai Tarikh Islam dan Fikih yang diajukan langsung oleh sang Menteri.
Atas keberanian dan kecerdasannya, Diva mendapatkan apresiasi khusus berupa sebuah tablet dari Zulkifli Hasan. Hadiah tersebut diberikan sebagai simbol dukungan terhadap pemanfaatan teknologi dalam menunjang proses belajar siswa di era digital.
Zulkifli menegaskan bahwa kunci kesuksesan bukan hanya soal kecerdasan akademik semata. Menurutnya, ada tiga pilar utama yang harus dimiliki setiap individu jika ingin mencapai puncak karier atau cita-cita yang diimpikan.
“Orang sukses itu adalah mereka yang berani melangkah maju dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Jangan pernah takut untuk bertanya jika ingin memahami dunia lebih luas,” tegas Menko Pangan tersebut.
Sebagai penutup, ia mengingatkan para siswa agar tidak melupakan aspek spiritual dan akhlak. Ia menekankan bahwa sehebat apa pun usaha seseorang, doa restu dari orang tua dan bimbingan dari para guru adalah kunci keramat yang akan membukakan pintu kesuksesan di masa depan.



