Menko Pangan Dorong Percepatan Makan Bergizi Gratis di Madrasah dan Pesantren

0
27 views
Bagikan :

JOMBANG, Telusur.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah berbasis keagamaan. Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Zulhas ini saat meninjau langsung pelaksanaan program di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jombang, Jumat (10/4/2026).

Dalam kunjungan kerja di Jombang, Zulhas melakukan perbandingan kesiapan antara sekolah umum dan madrasah. Sebelumnya, ia telah memantau distribusi makanan di SMA Negeri 2 Jombang untuk memastikan standar gizi yang diterima para siswa telah sesuai dengan regulasi pemerintah.

Zulhas mengungkapkan adanya ketimpangan distribusi yang cukup mencolok antara sekolah umum dan sekolah berbasis agama. Berdasarkan pantauannya, banyak sekolah umum yang sudah menjalankan program ini dalam waktu yang relatif lama, sementara madrasah baru saja memulai.

“SMA tadi sudah lama mendapatkan makanan bergizi, sedangkan di MAN 1 Jombang ini informasinya baru hari ini dimulai. Ini yang menjadi catatan penting bagi kami untuk segera dievaluasi,” kata Menko Pangan di hadapan awak media.

Menyikapi temuan tersebut, Zulhas mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Ia meminta lembaga tersebut untuk melakukan akselerasi penyaluran MBG, khususnya bagi lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama dan pondok pesantren.

Data menunjukkan bahwa cakupan layanan MBG untuk sekolah berbasis agama saat ini baru mencapai angka sekitar 15 persen. Angka ini tertinggal jauh jika dibandingkan dengan sekolah umum yang cakupan layanannya telah menyentuh hampir 85 persen secara nasional.

“Tsanawiyah, Aliyah, hingga pondok-pondok pesantren harus dipercepat. Jangan sampai ada ketimpangan layanan, karena semua anak bangsa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan asupan gizi yang berkualitas di sekolah,” sambung Zulhas.

Zulhas juga sempat berkelakar mengenai adanya “protes” kecil dari para siswa madrasah yang merasa distribusi di sekolah mereka terlambat dibandingkan sekolah umum. Menurutnya, antusiasme siswa adalah bukti bahwa program ini sangat dinantikan manfaatnya.

“Anak-anak di madrasah sempat bertanya, kenapa mereka baru mulai sekarang padahal sekolah umum sudah ada yang jalan enam sampai tujuh bulan. Aspirasi ini yang memicu kami untuk menekan BGN agar lebih responsif terhadap sekolah agama,” ungkapnya.

Meski pelaksanaannya baru dimulai, Zulhas memberikan apresiasi terhadap kualitas menu yang disajikan di MAN 1 Jombang. Ia menilai komposisi makanan yang diberikan sudah memenuhi standar empat sehat lima sempurna yang sangat layak untuk menunjang pertumbuhan remaja.

“Sangat layak dan bergizi. Menunya lengkap, ada protein dari chicken katsu, ada karbohidrat, sayuran, buah-buahan, hingga susu. Ini komposisi yang ideal untuk mencetak generasi yang sehat dan cerdas,” ulas Zulhas saat meninjau kotak makan siswa.

Di sisi lain, Kepala MAN 1 Jombang, Hj. Saadatul Athiyah, menyambut baik kehadiran program ini di instansinya. Ia merasa bersyukur karena beban ekonomi orang tua siswa kini sedikit teringan berkat adanya jatah makan siang gratis dari negara.

“Kami sangat senang dan berterima kasih. Paling tidak, program ini mengurangi pengeluaran harian anak-anak untuk membeli makan siang, sehingga uang sakunya bisa dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan lainnya,” ujar Ning Atik, sapaan akrabnya.

Ia merinci bahwa terdapat sekitar 1.500 pelajar di sekolahnya yang kini terdaftar sebagai penerima manfaat MBG. Jumlah tersebut mencakup seluruh siswa dari jenjang kelas X hingga kelas XII yang tengah menempuh pendidikan di MAN 1 Jombang.

“Saat ini total penerima ada 1.500 anak. Namun, jika nanti kakak kelas XII sudah lulus, jumlahnya akan menyesuaikan kembali menjadi sekitar 1.000 anak, karena rata-rata setiap jenjang di sekolah kami terdiri dari 500 siswa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan