Perangi Krisis Moralitas Pelajar, IPNU-IPPNU Jabon Bangun Kesadaran Kolektif

0
14 views
Bagikan :

SIDOARJO, TELUSUR.ID – Fenomena krisis moralitas di kalangan pelajar kini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Gejala memudarnya sikap saling menghargai, empati, hingga tanggung jawab sosial di lingkungan generasi muda kian nyata terlihat di permukaan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam karena berdampak langsung pada kualitas karakter penerus bangsa. Jika dibiarkan tanpa penanganan, penurunan kualitas etika ini dikhawatirkan akan merusak tatanan kehidupan sosial generasi muda di masa depan.

Menyikapi hal tersebut, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Jabon mengambil langkah taktis melalui forum diskusi bertajuk “Kumpul Asik Lan Diskusi” (KUASAI). Agenda ini mengusung tema sentral mengenai pembentukan kesadaran kolektif pelajar.

H. Sirojul Chakim, M.Pd., selaku Pembina IPNU-IPPNU Kecamatan Jabon hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa tantangan moralitas saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan era sebelumnya.

Menurut Sirojul, degradasi moral di kalangan pelajar tidak muncul secara tiba-tiba. Terdapat faktor lingkungan dan pergaulan yang memberikan pengaruh besar terhadap perubahan perilaku remaja di sekolah maupun di rumah.

Selain faktor lingkungan fisik, penggunaan media sosial yang kurang bijak dinilai menjadi katalisator utama. Arus informasi yang tidak terfilter seringkali mengaburkan batasan nilai dan norma yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat.

Dalam forum KUASAI tersebut, Sirojul menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif sebagai benteng pertahanan. Kesadaran ini merupakan upaya bersama untuk menjaga perilaku positif dalam interaksi kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa kesadaran kolektif tidak bisa tumbuh secara instan dari satu individu saja. Diperlukan interaksi sosial yang sehat dan lingkungan organisasi yang saling mendukung untuk menciptakan ekosistem karakter yang kuat.

Krisis moralitas ini ternyata juga berdampak pada dinamika organisasi pelajar. Menurunnya komitmen anggota dan lemahnya rasa tanggung jawab menjadi indikator yang mulai dirasakan dalam menjalankan roda organisasi.

“Berkurangnya kepedulian antar sesama anggota adalah dampak nyata dari krisis ini. Jika moralitas goyah, maka integritas organisasi pun ikut terancam,” ungkap Sirojul di hadapan para kader IPNU-IPPNU.

Oleh karena itu, IPNU-IPPNU Jabon diposisikan sebagai ruang strategis untuk pembentukan karakter. Organisasi ini menjadi wadah di mana nilai-nilai etika dan budaya luhur ditanamkan kembali secara berkelanjutan kepada para anggota.

Sebagai langkah konkret, organisasi mendorong penguatan komunikasi internal antar anggota. Melalui komunikasi yang intens, potensi gesekan dan salah paham yang memicu lunturnya etika dapat diminimalisir sedini mungkin.

Selain itu, keteladanan dari para pemimpin organisasi menjadi kunci utama. Para pengurus diharapkan mampu menjadi role model dalam berperilaku, sehingga nilai-nilai positif dapat terserap dengan baik oleh seluruh anggota.

Melalui upaya terintegrasi ini, IPNU-IPPNU Jabon berharap organisasi pelajar tidak hanya sekadar tempat berkumpul. Lebih dari itu, organisasi harus mampu mencetak generasi muda yang berintegritas, memiliki solidaritas tinggi, dan kepedulian sosial yang kuat.

Tinggalkan Balasan