YOGYAKARTA, TELUSUR.ID – Santri Ribath Al Wahabiyah 1 dan Al Lathifiyah 2 Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Jombang, Jawa Timur melaksanakan program Rihlah Tafkiriyah atau perjalanan edukatif ilmiah ke Ponorogo dan Yogyakarta
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran yang bertujuan memperluas wawasan keislaman, menumbuhkan pengalaman spiritual, pemikiran, serta memperkuat karakter santri.
Rihlah di Ponorogo, para santri diajak berziarah ke Makam Auliya Ki Ageng Basyariyah (Sewulan) dan Kyai Hasan Besari. Seluruh santri mengikuti kegiatan dengan pendampingan penuh dari ustaz dan ustazah.
Di Ndhalem Kasepuhan Kyai Ageng Hasan Besari seluruh santri menggelar khataman Qur’an. Setelah dari Ponorogo, melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta menuju Pesantren Minggir yang diasuh KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq).

Setibanya di lokasi, rombongan santri yang diasuh Bu Nyai Hj Mundjidah Wahab itu disambut langsung oleh Gus Muwafiq yang kemudian memberikan tausiyah selama kurang lebih satu jam.
Pengasuh Ribath Al Wahabiyah 1 dan Al Lathifiyah 2, Bu Nyai Hj Mundjidah Wahab menyampaikan terima kasih atas diterimanya para santri ini untuk menambah pengetahuan dan wawasan di Pesantren Minggir yang diasuh Gus Muwafiq.
“Program rihlah ini diagendakan setiap tahun untuk ziarah ke Makam Auliya dan studi pembelajaran ke pesantren-pesantren lainnya. Ini sebagai motivasi bahwa santri juga bisa membangun Pesantren seperti yang dilakukan oleh Kyai Muwafiq,” tutur Bu Nyai Mundjidah yang juga Pendiri Madrasah Aliyah Unggulan Wahab Chasbullah (MAUWH), Kamis (22/1/2026).

Dalam tausiyahnya, Gus Muwafiq menekankan pentingnya bersyukur kepada Allah SWT, menjadi makhluk yang beradab, berakhlak, serta mempunyai wawasan kebangsaan dalam proses menuntut ilmu.
“Karena manusia itu dititipi ilmu dan dinamis sesuai dengan zaman. Apalagi pengetahuan itu terus berkembang. Dan Perkembangan terbesar itu manusia. Maka, wajib menjadi manusia berilmu,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh santri dan pendamping tampak khidmat dan begitu antusias menyimak pesan-pesan keilmuan dan keteladanan yang disampaikan oleh KH Ahmad Muwafiq.
Pembimbing Ribath Al Lathifiyah 2 dan Al Wahabiyah 1 Bahrul Ulum, KH Mujtahidur Ridho (Gus Edo) menyampaikan bahwa kegiatan rihlah ini dirancang sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter santri.
“Rihlah ini tidak sekadar perjalanan, tetapi merupakan proses pembelajaran langsung dari para ulama. Santri belajar tentang keteladanan, adab, serta cara memaknai ilmu secara lebih luas dan mendalam, dan memperluas pemikiran,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pendampingan intensif oleh pengurus, serta ustaz dan ustazah bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan sarat nilai edukatif.
“Kegiatan rihlah ini menjadi sarana strategis untuk membentuk santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter. Interaksi langsung dengan lingkungan pesantren dan meneladani pemikiran para ulama memberikan pengalaman berharga, tuturnya.
Gus Edo berharap, pengalaman selama rihlah dapat menjadi bekal bagi santri dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman, kepesantrenan, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah dari Pesantren Minggir, para santri Al Wahabiyah 1 dan Al Lathifiyah 2 Bahrul Ulum melanjutkan Rihlah ke Pesantren Global Darussalam Academy yang berada di kaki gunung Merapi tepatnya di Pandan Puro, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.
Secara keseluruhan, program rihlah santri ini dinilai sangat bermanfaat sebagai perjalanan edukatif yang mampu meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, serta memperkuat karakter santri dalam bingkai pendidikan madrasah dan pesantren.



