2 Abad Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Menag RI : Pesantren Pusat Keseimbangan

0
85 views
Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.id – 2 Abad Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang, Jawa Timur menjadi saksi sejarah atas kiprah panjang dalam mencetak kader intelektual dan ulama.

Dalam momentum peringatan 200 tahun berdirinya Pesantren tertua di Jawa Timur ini, digelar Simposium Paralel 30 Profesor Alumni Bahrul Ulum yang menandai kontribusi besar pesantren terhadap dunia pendidikan nasional.

Turut hadir menjadi tamu kehormatan, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah pesantren tertua di Jawa Timur itu.

“Alhamdulillah kita datang merayakan 200 tahun Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Kami tadi mendengar paparan luar biasa tentang perjalanan pengembangan pemikiran Islam sejak masa Nabi, Khulafaur Rasyidin, hingga masa kerajaan,” kata Menag RI, Nasaruddin Umar Rabu (15/10).

Menag menyebut, pesantren merupakan pusat keseimbangan terbaik antara penguasaan ilmu agama dan pengetahuan umum. Menurutnya, kombinasi itu mampu membentuk manusia seutuhnya, baik dari aspek rohani maupun jasmani.

“Efisentrum yang baik itu ada di pesantren. Dan salah satu tempat terbaik itu ya di Pesantren Bahrul Ulum. Tadi kami saksikan sendiri, ada 30 profesor yang lahir dari rahim pesantren ini. Ini bukti nyata kontribusi pesantren bagi bangsa,” tuturnya.

Sementara, Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH. M. Wafiyul Ahdi, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan dapat menjadi bagian dari sejarah panjang pesantren yang telah berdiri dua abad tersebut.

“Alhamdulillah, saya mendapat anugerah menjadi saksi sejarah 200 tahun perjalanan Bahrul Ulum,” katanya.

Gus Wafi, demikian kerab dipanggil ini membeberkan bahwa inovasi pendidikan di Ponpes Bahrul Ulum sudah dimulai sejak masa KH. Abdul Wahab Chasbullah.

Kata dia, pada tahun 1912, sang pendiri mulai mengenalkan huruf latin kepada para santri yang sebelumnya hanya mengenal huruf pegon.

“Termasuk juga memasukkan pelajaran berhitung dan ilmu umum lainnya, yang kemudian membuat madrasah di bawah naungan pesantren terus eksis. Dan saat ini YPPBU telah menaungi 19 lembaga pendidikan,” tambahnya.

Gus Wafi menambahkan, dari 30 profesor yang hadir, berasal dari 16 perguruan tinggi berbeda. Dan ia berharap nantinya pada 100 tahun mendatang, jumlah guru besar yang lahir dari Pesantren Bahrul Ulum berlipat ganda.

Karena menurutnya, Mbah Wahab bukan hanya tokoh ulama, tetapi juga pejuang kemerdekaan dan penggerak nasionalisme NU yang membangun jejaring ideologis kuat.

“Mbah Wahab menjadi simbol leadership yang lahir dari spiritualitas kuat. Ini yang harus diteladani oleh para santri, agar kelak bisa melanjutkan perjuangan muassis Bahrul Ulum,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan