JOMBANG, TelusuR.id – Komisi C DPRD Jombang, Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek pembangunan trotoar di Jalan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Proyek yang menelan anggaran Rp 1,6 miliar tersebut dikerjakan oleh CV Lestari Putra Gemilang sejak 4 Agustus lalu.
Dalam sidak tersebut, Komisi C DPRD Jombang mempertanyakan progres pembangunan maupun perencanaannya.
Namun, saat Sidak yang dilakukan oleh wakil rakyat itu tidak menemukan konsultan maupun pengawas proyek di lokasi pekerjaan.
Alhasil, saat sidak Komisi C juga menemukan adanya saluran air didepam SPBU Mojongapit yang tidak tercantum dalam perencanaan awal.
Padahal, menurut Mas’ud Zuremi, saluran tersebut seharusnya terhubung dengan drainase utama yang sedang dibangun.
Politisi PKB ini melihat ada sudetan yang tidak terencana tepatnya di depan SPBU Mojongapit. Padahal saluran tersebut harus masuk ke drainase yang saat ini dibangun.

“Ini harus segera ditindaklanjuti. Kami akan memanggil Dinas Perkim dan pelaksana untuk meminta penjelasan,” ujar Mas’ud di lokasi.
Pihaknya menegaskan persoalan teknis seperti ini tidak boleh dibiarkan. Karena menurutnya, selain berpotensi menghambat penyelesaian pekerjaan, juga bisa menimbulkan masalah drainase di kemudian hari.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Jombang lainnya, Dian Ayunita Prastumi, juga menyoroti lemahnya pengawasan dalam proyek pemerintah tersebut.
“Ya saat sidak pengawas tidak ada ditempat, konsultannya juga tidak ada. Lantas bagaimana bisa memaksimalkan kualitas kalau pengawasnya saja gak ada,” tutur Politisi Demokrat itu.
Komisi C DPRD Jombang berencana segera mengirimkan surat pemanggilan kepada pihak terkait untuk dilakukan rapat dengar pendapat (RDP).
“Ya paling tidak kita akan panggil semua pihak-pihak terkait, untuk meminta penjelasan,” katanya.
Terpisah, perwakilan CV Lestari Putra Gemilang, Adi, mengungkapkan progres proyek trotoar baru mencapai 50 persen. Ia mengakui adanya deviasi sekitar 10 persen dari target.
“Saat ini kami masih fokus pada pemasangan U-ditch. Untuk saluran yang disebutkan tadi memang tidak masuk dalam perencanaan awal,” kata Adi.
Selain sidak trotoar, Komisi C DPRD Jombang juga meninjau proyek rehabilitasi gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) di Simpang Tiga Mojongapit dengan anggaran Rp 1,4 miliar yang dikerjakan CV Dirga Perkasa.



