JOMBANG, TelusuR.id – Kolaborasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) dalam sukseskan Program Unggulan Presiden RI Prabowo Subianto.
Secara resmi dimulai dengan peluncuran Sentra Penyediaan Pangan dan Gizi (SPPG) di SMK Kreatif Hasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Acara ini dihadiri sekitar 700 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pengasuh pesantren, pemerintah daerah, lembaga keuangan, hingga organisasi masyarakat, dan santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Peresmian ini menjadi tonggak awal implementasi kerja sama BGN dan Hebitren dalam menghadirkan 1.000 titik dapur SPPG di seluruh Indonesia. Nantinya akan mendukung penyediaan makanan bergizi di lingkungan pesantren dan sekitarnya.

“Kerja sama ini diharapkan menjadi motor bagi keterlibatan pesantren dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional,” kata Ketua Umum Hebitren, KH Hasib Wahab Chasbullah, kepada TelusuR.id.
Kiai Hasib menuturkan, inisiatif ini juga bagian dari upaya Hebitren untuk membangun kemandirian ekonomi pesantren.”Insya Allah, 1.000 dapur ini akan terwujud di seluruh Indonesia,” katanya.
Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN, Brigjen TNI (Purn) Suardi Samiran, menjelaskan bahwa program ini mendukung kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah sebagai bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.

“BGN memastikan pangan yang disalurkan memenuhi standar gizi. Ini bukan hanya soal kesehatan generasi muda, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal petani, peternak, dan UMKM ikut terlibat,” tegasnya.
Suardi juga menyampaikan bahwa MBG adalah program prioritas dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang hingga saat telah berhasil memberikan manfaat kepada 25 juta penerima.
BGN juga disebut telah bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Bulog untuk penyediaan bahan pangan pokok dan koperasi desa di bawah Kementerian Koperasi RI untuk bahan pangan lainnya.
Hebitren dinilai memiliki potensi besar karena jaringan pesantren yang luas serta ketersediaan lahan untuk dikembangkan menjadi pusat pertanian, perikanan, dan peternakan.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Yason Taufik Akbar, menyatakan bahwa Bank Indonesia sejak lama mendukung penguatan ekonomi pesantren melalui pembentukan BMT dan koperasi syariah.
“Pesantren adalah mitra strategis dalam inklusi keuangan syariah. Fokus kami ada pada penguatan kapasitas dan literasi, agar pengelolaan SPPG berjalan profesional,” ungkapnya.
Peresmian SPPG ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara BGN dan Hebitren untuk pembangunan 1.000 dapur pesantren. Kegiatan diakhiri dengan sesi ramah tamah yang berlangsung hangat.
“Peresmian ini menegaskan peran pesantren bukan hanya sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” tutup KH Hasib Wahab yang juga merupakan Majelis Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum.
Dengan hadirnya SPPG, diharapkan terbentuk ekosistem pangan yang sehat, berkelanjutan, dan mampu menopang target besar Indonesia Emas 2045.



