Gus Lilur Berbagi Prinsip Bisnis, Yakini Diri Kembangkan Kualitas Jaringan Mengalir

0
91 views
Bagikan :

SINGAPURA, TelusuR.id – Melihat potensi diri dan merawat jaringan atau relasi dan menciptakan trust adalah keniscayaan. Namun, totalitas kesadaran potensi diri itu merupakan kekuatan utama dalam berbisnis bukanlah di luar diri atau di luar perusahaan.

Hal itu diutarakan HRM Khalilur R Ab Sahlawiy saat menceritakan pengalamannya dalam menekuni dunia bisnis perikanan perairan laut. Menurutnya, menyadari potensi diri dan potensi perusahaan baru berbicara lainnya termasuk jaringan.

“Saya menyadari dan memahami betul keadaan ini, oleh karena itu saya tidak pernah peduli tentang memperluas jaringan, saya hanya peduli pada menaikkan kualitas internal nilai besar perusahaan,” ujarnya.

Gus Lilur, demikian kerab dipanggil ini menuturkan ketika pihaknya telah meniatkan menjadikan Bandar Laut Dunia atau BALAD GRUP menjadi Perusahaan Perikanan Budidaya terbesar di dunia dengan kaplingan are atau lokasi Budidaya 90.000 Hektar.

“Saat itu, saya menyadari tidak perlu cari jaringan, cukup menimba pengetahuan untuk bisa berbudidaya sesuai tuntutan zaman,” katanya.

Lalu bagaimana soal JARINGAN?

Gus Lilur, Pengusaha Muda Filantropi ini menegaskan bahwa jaringan, relasi, kenalan, kolega, akan datang sendiri saat kualitas dianggap mumpuni, apalagi menjadi yang terbesar di dunia.

Ia menggambarkan didalam foto yang sedang dirilisnya itu terdapat Dua Koleganya Moh. Ka’bil Mubarok selaku Direktur Utama BALAD Grup dan Tubagus Ardhika selaku Direktur Utama ALI INVESTMENT Pte Ltd Singapore.

“Dua mutra saya di perusahaan ini bergerak di area dan spektrum yang berbeda yakni Kabil memimpin penaklukan laut dan samudera nusantara. Sedangkan Ardhika memimpin penaklukan investasi Internasional untuk kepentingan investasi di nusantara,” ujarnya.

Gus Lilur mengaku pihaknya bertiga bertemu kolega baru, kenalan baru, sahabat baru dan tidak perlu disebut siapa dia juga tidak perlu di ceritakan apa tujuan bersama-sama.

Gus Lilur menekankan pihaknya hanya ingin berbagi inspirasi berbuatlah terbaik untuk diri sendiri, berbuatlah terbaik menaikkan nilai diri atau perusahaan. Tentu lainnya seperti jaringan, bahkan kekuasaan akan datang sendiri setelah mepunyai nilai dan bernilai.

“Setelah saya memancangkan tekad menjadikan BALAD Grup sebagai perusahaan budidaya perikanan terbesar di dunia, semuanya hadir mengalir menjalin relasi baik dengan BALAD,” tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, sangat penting menjaga nilai hubungan baik, cara menjaga hubungan baik terbaik adalah jangan pernah membutuhkan, tapi selalu memposisikan diri sangat dibutuhkan di bingkai saling menguntungkan.

“Agak berat, agak sulit, tapi bisa dilakukan, kalau gampang tentu semua bisa melakukan,” tambahnya.

Santri Alumni Pesantren Mambaul Maarif, Denanyar Jombang ini menambahkan mempunyai jaringan itu perlu, meletestarikan jaringan lebih perlu, lebih penting lagi mencetak diri dan atau perusahaan dibutuhkan oleh banyak jaringan.

“Teguhkan ungkapan ini meskipun dianggap sombong bahkan omong besar, ‘dunia butuh gue’, kalimat ini yang terus saya tanamkan untuk menjadi energi positif. Tentu saya niatkan memohon ridhoNYA dan semangat Ilahiyah,” tuturnya.

“Kemudian saya susun konsep gerakan ekonomi yang belum ada di dunia perikanan budidaya seluas 90.000 Ha berisi banyak budidaya. Pertama dan dibutuhkan dunia. Maka, saya dibutuhkan dunia,” imbuh ia menegaskan.

Menurtnya, setelah itu dimulai membumi, jaringan dan banyak hal datang menghampiri tanpa mengerahkan banyak energi, hal terpenting berikutnya adalah melestarikan jaringan.

“Saya meyakini, BALAD GRUP bisa membawa Indonesia menjadi kiblat baru dunia untuk Perikanan budidaya. Salam keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan