Cegah Karhutla Meluas, Kapolri Instruksikan Respons Cepat Padamkan Titik Api

0
88 views
Bagikan :

JAKARTA, TelusuR.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran Polda Riau untuk merespons cepat apabila menemukan Hotspot atau titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bumi Lancang Kuning.

Menurut Sigit, respons cepat untuk memadamkan titip api tersebut dilakukan agar karhutla tidak meluas. Instruksi itu disampaikan usai menerima paparan penanganan karhutla di Gedung VIP Pandawa Lanud Roesmin Nurjadin, Riau, Kamis (24/7/2025).

“Memang kalau kita lihat beberapa upaya sebenarnya sudah dilakukan dari awal mulai dari pencegahan, edukasi, sosialisasi, dan kemudian tentunya melakukan upaya untuk terus mengaktifkan aplikasi yang kita miliki untuk terus bisa memonitor sekaligus tentunya yang kita harapkan respons cepat manakala ada titik hotspot,” kata Sigit.

Dalam pemaparan tersebut, Sigit menyebut sudah dilakukan sejumlah upaya dari TNI-Polri dan elemen terkait lainnya dalam proses pemadaman api karhutla. Mulai dari pemanfaatan alat-alat pemadam kebakaran yang dimiliki, baik oleh Satgas maupun mungkin
memanfaatkan alat-alat yang juga dimiliki oleh para perusahaan.

“Namun di sisi lain saya lihat tadi titik api masih tetap ada sehingga kemudian ada penggunaan water bombing dan juga modifikasi TMC ya,” ujar Sigit.

Dalam hal ini, Sigit menegaskan, pentingnya untuk mencegah adanya titik api atau Hotspot tambahan.

“Oleh karena itu tentunya memang penting untuk tidak lagi ada tambahan hotspot ataupun titik api, khususnya yang muncul dari unsur kesengajaan,” ujar Sigit.

Lebih lanjut, Listyo menuturkan, lewat teknologi modifikasi cuaca, diharapkan satu hingga dua hari ke depan, akan terjadi hujan, khususnya di titik-titik yang terdapat titik api. Dalam laporan yang diterimanya, terjadi fluktuasi terkait dengan kondisi hotspot atau titik panas dan firespot atau titik api di Riau.

Pada 20 Juli 2025, terjadi peningkatan hotspot sebanyak 586 titik. Kemudian di 21 Juli 2025, terjadi penurunan 144 titik. “Pada 22 Juli terdapat hanya 11 titik api yang tersebar di 8 kabupaten. Dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Rokan Hilir,” sebut Listyo.

Dia juga menyampaikan, Gubernur Riau Abdul Wahid telah mengambil langkah dengan menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, mulai 22 Juli sampai 4 Agustus 2025, untuk 2 kabupaten, yakni Rokan Hilir dan Rokan Hulu.

Sementara 10 kabupaten dan kota lainnya menetapkan status siaga. “Tentunya ini bagian dari upaya agar penanganan karhutla bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Listyo.

Tinggalkan Balasan