Menkeu Sri Mulyani Bahas Ekonomi dan Teknologi saat Bertemu Paul Michael Romer

0
227 views
Bagikan :

Jakarta, Telusur.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima kunjungan Paul Michael Romer, peraih Nobel di bidang Ilmu Ekonomi sekaligus mantan Kepala Ekonom Bank Dunia. Pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi mendalam mengenai berbagai isu ekonomi dan teknologi.

Paul mengutarakan fokusnya pada pengembangan digital identification and authentication karena kekhawatiran terhadap disrupsi teknologi yang dapat berdampak negatif pada keamanan data konsumen sehingga diperlukan sistem perlindungan yang lebih baik.

Pembicaraan kami juga menyentuh masalah urbanisasi dan migrasi besar-besaran yang tengah marak terjadi di berbagai penjuru dunia akibat pertumbuhan populasi dan kebutuhan ruang perkotaan yang semakin meningkat.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah pengembangan sistem identifikasi dan autentikasi digital. Romer menyoroti pentingnya perlindungan data konsumen di tengah disrupsi teknologi yang semakin masif. Ia menekankan perlunya sistem yang lebih aman guna menghindari potensi dampak negatif terhadap keamanan data.

Selain itu, mereka juga membahas isu urbanisasi dan migrasi besar-besaran yang terjadi di berbagai belahan dunia. Peningkatan populasi dan kebutuhan ruang perkotaan yang semakin besar menjadi tantangan yang memerlukan solusi tepat. Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani berbagi pengalaman Indonesia dalam menjalankan program transmigrasi sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan serupa.

Ia juga menyinggung peran PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, yang memiliki mandat untuk mendukung percepatan pembangunan nasional.

Pertemuan ini menjadi wadah pertukaran wawasan berharga mengenai kebijakan ekonomi dan perkembangan teknologi. “It was a fruitful discussion. Ada banyak hal yang dapat dipelajari dari kepakaran Paul Romer di bidang ekonomi dan teknologi,” ujar Sri Mulyani.

“Dan yang terpenting, bagaimana negara demokrasi besar seperti Indonesia mampu terus berprogres sesuai asas inklusivitas dan partisipasi untuk mewujudkan berbagai tujuan utama pembangunan,” tutur Sri Mulyani.

Tinggalkan Balasan