JOMBANG, TelusuR.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transportasi bagi para peserta dan tamu Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.
Ketersediaan tiket kereta api menuju dan dari Stasiun Jombang hingga saat ini dipastikan masih dalam kondisi aman bagi para calon penumpang.
Masyarakat maupun rombongan muktamirin yang akan bertolak ke Jombang tidak perlu cemas akan kehabisan tiket perjalanan.
Manajemen Stasiun Jombang mengonfirmasi bahwa alokasi tiket kereta api jarak jauh saat ini masih tersedia di atas angka 70 persen.
Kendati demikian, pihak stasiun terus mematangkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi lonjakan volume penumpang dalam waktu dekat.
Kepala Stasiun Jombang Andri Puji mengungkapkan bahwa ritme pergerakan penumpang di Stasiun Jombang sejauh ini masih terhitung stabil.
“Untuk saat ini penumpang masih relatif normal. Namun kami tetap melakukan persiapan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang menjelang maupun setelah pelaksanaan Muktamar,” kata Andri, Kamis (6/8/2026).
Andri menyarankan agar para rombongan muktamirin dari berbagai wilayah segera melakukan pemesanan tiket dari jauh-jauh hari.
Pemesanan lebih awal akan memudahkan peserta mendapatkan jadwal keberangkatan yang presisi dengan agenda kegiatan di lokasi muktamar.
Guna melayani arus pergerakan massa, Stasiun Jombang mengoperasikan 18 perjalanan pulang-pergi (PP) kereta api jarak jauh setiap harinya.
Layanan tersebut makin diperkuat dengan keberadaan 6 perjalanan PP kereta lokal yang menghubungkan rute strategis Surabaya, Blitar, hingga Malang.
Fleksibilitas rute kereta lokal ini diprediksi menjadi pilihan favorit bagi warga Nahdliyin yang datang dari wilayah regional Jawa Timur.
Pihak manajemen memprediksi gelombang awal peningkatan arus kedatangan penumpang di Stasiun Jombang bakal mulai terasa pada H-3 perhelatan.
Pola ini kerap terjadi karena mayoritas peserta memilih tiba lebih awal guna menyelesaikan proses registrasi dan penataan akomodasi.
Persiapan ketat juga diterapkan untuk mengawal kelancaran arus balik penumpang setelah seluruh rangkaian perhelatan akbar NU tersebut selesai.
“Harapannya, peserta Muktamar dapat memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Andri, mengingat jarak Stasiun Jombang ke Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas hanya berkisar 7,2 kilometer.
