TNI Hadir di Ruang Kelas Papua, Satgas Yonif 645/GTY Tanamkan Semangat Belajar dan Cinta Tanah Air kepada Siswa SD Gunung Susu

Bagikan :

Jayawijaya – Kehadiran prajurit TNI di wilayah Papua tidak hanya identik dengan tugas menjaga keamanan perbatasan. Di balik seragam loreng, mereka juga mengambil peran sebagai pendidik yang menyalakan harapan bagi generasi muda.

Komitmen itu kembali ditunjukkan personel Satgas Pamtas Kewilayahan RI–PNG Yonif 645/Gardatama Yudha (GTY) melalui Pos Napua yang menggelar kegiatan mengajar di SD Negeri Gunung Susu, Jalan Wamena–Kimbim, Distrik Ubikosi, Kabupaten Jayawijaya.

Dalam kegiatan tersebut, prajurit TNI tidak sekadar mengisi waktu belajar di kelas. Mereka mengajak para siswa memahami wawasan kebangsaan, belajar berhitung, bernyanyi bersama, hingga membangun rasa percaya diri agar anak-anak semakin bersemangat menuntut ilmu.

Komandan Kipur 1 Satgas Yonif 645/GTY, Kapten Inf Haris, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di Papua.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat dan motivator bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini kami berharap mereka memiliki semangat belajar yang lebih tinggi, wawasan kebangsaan yang kuat, serta semakin mencintai Indonesia,” ujar Kapten Haris.

Suasana belajar berlangsung hangat dan penuh antusias. Gelak tawa para siswa mewarnai setiap sesi pembelajaran yang dikemas secara interaktif. Kehadiran anggota Satgas disambut positif oleh para guru dan kepala sekolah yang menilai keterlibatan TNI mampu menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus membangkitkan motivasi siswa.

Selain memberikan materi pembelajaran, personel Pos Napua juga menyerahkan bantuan sederhana berupa makanan ringan, buku tulis, dan kotak pensil sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan belajar anak-anak di sekolah tersebut.

Menurut Kapten Haris, bantuan itu bukan sekadar pemberian, melainkan simbol dukungan agar para siswa terus mengejar cita-cita mereka.

“Harapan kami, anak-anak semakin rajin belajar, disiplin, menghormati guru, dan tidak pernah berhenti bermimpi. Pendidikan adalah bekal utama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

Program tenaga pendidik yang dijalankan Satgas Yonif 645/GTY menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan pembinaan teritorial TNI AD di Papua. Melalui pendekatan yang humanis, TNI berupaya membangun kedekatan emosional dengan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas pendidikan bagi generasi penerus bangsa.

Di tengah berbagai tantangan geografis Papua, kehadiran Satgas tidak hanya menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga menghadirkan harapan melalui pendidikan. Bagi anak-anak SD Negeri Gunung Susu, para prajurit bukan sekadar penjaga perbatasan, melainkan guru, kakak, dan penyemangat yang mengajarkan bahwa mimpi besar dapat diraih dengan belajar, disiplin, serta kecintaan kepada tanah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version