JOMBANG, TelusuR.ID – Komitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas terus diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Upaya tersebut tampak dalam kunjungan kerja Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial RI, Ibu Fatma Saifullah Yusuf, ke Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Sabtu (4/7/2026).
Kunjungan tersebut difokuskan pada peninjauan program pemberdayaan masyarakat sekaligus penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada para penerima manfaat. Program ini tidak hanya menghadirkan bantuan sosial, tetapi juga mendorong penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama untuk hidup mandiri, produktif, dan berdaya secara ekonomi.
Kehadiran rombongan Kemensos RI disambut hangat oleh Penasihat DWP Kabupaten Jombang, Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi. Ia turut mendampingi peninjauan kegiatan, berdialog dengan para penerima manfaat, serta menyaksikan secara langsung berbagai hasil pemberdayaan yang telah dikembangkan masyarakat Desa Dukuhklopo.

Menurut Yuliati, kunjungan tersebut menjadi dorongan sekaligus motivasi bagi Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jombang untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung program kesejahteraan sosial.
“Kehadiran Ibu Fatma menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program kesejahteraan sosial sekaligus memperluas pemberdayaan masyarakat hingga menyentuh kelompok yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, bantuan ATENSI bukan sekadar bentuk kepedulian pemerintah, melainkan investasi sosial yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas hidupnya.

“Program ini memberikan kesempatan nyata bagi penyandang disabilitas untuk hidup lebih mandiri, produktif, serta memiliki kepercayaan diri dalam berkarya. Kami berharap pendampingan dan kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” kata Yuliati.
Pada kesempatan yang sama, Penasihat DWP Kemensos RI, Ibu Fatma Saifullah Yusuf, mengapresiasi berbagai inovasi pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan masyarakat setempat. Salah satunya ialah pelatihan pembuatan telur asin yang melibatkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari proses rehabilitasi sosial berbasis pemberdayaan.
Menurut Fatma, program tersebut membuktikan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk berkarya apabila didukung pendampingan yang tepat dan berkelanjutan.

“Pelatihan pembuatan telur asin ini menjadi bukti bahwa keterbatasan dapat diubah menjadi peluang ekonomi. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan program-program sosial yang berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, ST., MM., menjelaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak terlepas dari proses pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan. Dinas Sosial, kata dia, berperan mulai dari penyiapan data calon penerima manfaat, verifikasi dan validasi (verval), hingga pembinaan Pos Kesehatan Jiwa (Poskeswa) sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
“Dinas Sosial melakukan penyiapan data, verifikasi dan validasi penerima manfaat, sekaligus membina Pos Kesehatan Jiwa agar mampu berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Agung.
Saat ini, lanjutnya, terdapat dua Poskeswa yang menjadi percontohan di Kabupaten Jombang. Poskeswa Mantap Jiwa di Kecamatan Sumobito, di bawah koordinasi Hadi Sucipto, mengembangkan usaha pengolahan sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi. Sementara Poskeswa Mergo Waras di Desa Dukuhklopo yang dikoordinasikan Barokah mengembangkan berbagai usaha produktif, mulai dari pembuatan telur asin, kerajinan tas rajut dan tas makram, hingga produksi aneka camilan.
Menurut Agung, model pemberdayaan tersebut menunjukkan bahwa rehabilitasi sosial tidak berhenti pada proses pemulihan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi sehingga para penerima manfaat mampu kembali produktif dan berkontribusi di lingkungan sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kemensos RI juga menyalurkan bantuan ATENSI yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat. Bantuan itu meliputi alat bantu aksesibilitas berupa kursi roda standar, kursi roda cerebral palsy (CP), serta sepeda untuk mendukung mobilitas penyandang disabilitas.
Selain itu, pemerintah turut memberikan paket kewirausahaan sebagai stimulus pengembangan usaha ekonomi produktif, antara lain untuk usaha pembuatan telur asin, warung kopi dan nasi, tambal ban, kerajinan mebel dan bambu, penjualan pakaian, serta kerajinan tas makram. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi para penerima manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan membangun kemandirian ekonomi.
Yuliati Nugrahani Warsubi menilai keberhasilan program tersebut lahir dari kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Dinas Sosial, Dharma Wanita Persatuan, pemerintah desa, serta masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program sosial tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang disalurkan, melainkan dari sejauh mana bantuan tersebut mampu mengubah kehidupan penerima manfaat menjadi lebih mandiri dan berdaya.
“Kami berharap sinergi ini terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program pemberdayaan. Tujuan akhirnya bukan hanya membantu, tetapi menghadirkan harapan dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bangkit serta mandiri,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Penasihat DWP Kabupaten Jombang Ning Dr. Hj. Ema Erfina Salmanudin, M.Pd.I., Ketua DWP Kabupaten Jombang Ibu Lilik Agus Purnomo, Ketua DWP Dinas Sosial Kabupaten Jombang Ibu Eli Kusnarti, jajaran perangkat Desa Dukuhklopo, serta para pengurus Poskeswa Puskesmas Dukuhklopo. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran kuatnya sinergi lintas lembaga dalam memperluas pelayanan sosial sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Jombang.



