Gagalkan 3,3 Ton Ganja asal Thailand, GP Ansor Jatim Puji Sinergi Bea Cukai dan BNN

0
17 views
Bagikan :

SURABAYA, TelusuR.id – Pengungkapan kasus penyelundupan narkotika berskala internasional yang berhasil digagalkan oleh aparat penegak hukum mendapat respons positif dari berbagai organisasi kepemudaan. Salah satu apresiasi besar datang dari jajaran pemuda pemudi Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.

Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bea Cukai Republik Indonesia dan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan luar biasa membongkar penyelundupan barang haram tersebut.

Aparat gabungan diketahui berhasil menyita total 3.371,4 kilogram atau sekitar 3,37 ton bunga serta pucuk cannabinoid marijuana. Narkotika jenis ganja siap edar tersebut diselundupkan dari Thailand dan masuk ke Indonesia melalui jalur laut.

Pintu masuk yang digunakan oleh jaringan internasional ini adalah Pelabuhan Internasional Tanjung Priok, Jakarta. Berkat kejelian petugas, upaya memasukkan barang terlarang dalam jumlah masif tersebut berhasil diendus sebelum sempat menyebar ke masyarakat.

Keberhasilan pengungkapan ini merupakan buah manis dari operasi gabungan yang terintegrasi antara Bea Cukai dan BNN RI. Kedua instansi tersebut berhasil membongkar modus penyamaran (false concealment) yang digunakan oleh para penyelundup.

Untuk mengelabui petugas di pelabuhan, para pelaku menyembunyikan ribuan kilogram narkotika tersebut di dalam koper-koper besar. Tidak hanya itu, sebagian barang bukti juga disisipkan secara rapi di dalam gulungan matras lateks.

Operasi tidak berhenti di pelabuhan saja, melainkan langsung dikembangkan ke sejumlah daerah yang diduga menjadi titik distribusi. Petugas melakukan pengejaran dan pengembangan kasus hingga ke wilayah Gresik, Jawa Timur, dan Purwakarta, Jawa Barat.

Dari hasil pengembangan berskala lintas provinsi tersebut, petugas berhasil mengamankan seluruh barang bukti seberat 3,37 ton. Jumlah ini tergolong salah satu tangkapan terbesar yang berhasil dibongkar dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Melalui keberhasilan operasi gabungan ini, negara diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa generasi muda. Angka tersebut dihitung dari potensi dampak kerusakan akibat ancaman penyalahgunaan narkotika jika barang tersebut lolos ke pasar gelap.

“Keberhasilan ini bentuk nyata penyelamatan jutaan anak bangsa dari ancaman narkotika. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bea Cukai dan BNN RI,” ujar Musaffa Safril memberikan pernyataan resminya di Surabaya, kepada Telusur.id, Sabtu (4/7/2026).

Musaffa juga memuji kinerja lapangan para petugas yang dinilai sangat profesional, sinergis, dan tanpa kompromi. Menurutnya, koordinasi yang solid antarlembaga menjadi kunci utama dalam meruntuhkan dominasi jaringan kriminal internasional.

Lebih lanjut, pemimpin pemuda Ansor Jatim ini menegaskan bahwa perang melawan narkoba di Indonesia tidak boleh mengenal kata kompromi. Sikap tegas harus terus ditegakkan demi melindungi kelangsungan masa depan negara dari kehancuran moral.

“Siapa pun yang menjadikan generasi muda sebagai sasaran bisnis haram narkotika adalah musuh bangsa. Karena itu, PW GP Ansor Jawa Timur mendukung penuh langkah aparat,” kata Musaffa dengan nada lugas dan tegas.

Ansor Jatim juga mendesak pihak kepolisian dan BNN untuk memburu serta memutus seluruh mata rantai jaringan narkotika ini sampai ke akarnya. Penindakan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan atau kurir semata, melainkan harus menyasar aktor intelektual di baliknya.

Selain mendukung tindakan hukum, Musaffa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut bergerak. Dirinya menginstruksikan kader Ansor dan Banser di seluruh daerah untuk memperkuat ketahanan sosial melalui edukasi intensif mengenai bahaya narkoba.

“Menjaga generasi dari narkotika adalah ikhtiar menjaga masa depan Indonesia. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi bandar narkoba di negeri ini. Melindungi generasi bangsa adalah harga mati,” pungkas Musaffa mengakhiri pernyataannya.

Tinggalkan Balasan