MAKKAH, TELUSUR.ID – Manajemen penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 terus mendapatkan sorotan positif dari berbagai lapisan jemaah asal Indonesia. Salah satu pengakuan objektif datang dari rombongan jemaah asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang merasakan langsung transformasi kenyamanan selama berada di tanah suci.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan jemaah saat bertemu dengan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Jawa Timur, Lia Istifhama. Momentum serap aspirasi itu berlangsung secara khidmat di sela-sela pelaksanaan ibadah di Makkah Al-Mukarromah.
Dalam kesempatan tersebut, senator yang akrab disapa Ning Lia ini mendengarkan langsung kesaksian para jemaah terkait efektivitas manajemen operasional. Publik menilai, tata kelola di bawah naungan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berjalan jauh lebih terstruktur dan responsif.
Perwakilan jemaah haji asal Lamongan, Khafidh Ihyauddin, mengungkapkan bahwa skema pelayanan tahun ini mengalami lompatan kualitas yang sangat drastis. Rasa nyaman dan aman bahkan sudah dirasakan sejak awal pemberangkatan dari tanah air.
“Sejak di Asrama Haji Surabaya, kami sudah disajikan pola pelayanan yang sangat baik. Setibanya kami di Arab Saudi, proses penjemputan di bandara hingga pengantaran ke hotel tempat menginap berjalan lancar tanpa kendala,” ujar pria yang akrab disapa Gus Khafidh tersebut, Sabtu (23/5/2026) dalam keterangan tertulisnya diterima Telusur.id.
Gus Khafidh menambahkan, pemenuhan hak-hak dasar jemaah selama berada di maktab juga dipenuhi secara maksimal oleh petugas. Fasilitas vital seperti kelayakan kamar penginapan, distribusi logistik konsumsi, hingga ketersediaan air minum dinilai sangat memadai serta terjaga kebersihannya.
Menurut analisisnya, integrasi seluruh aspek pelayanan di lapangan, mulai dari sektor transportasi massal hingga sistem akomodasi kini berjalan selaras. Pola ini berdampak langsung pada ketenangan psikologis jemaah, sehingga fokus beribadah menjadi lebih optimal.
“Kalau kita bandingkan dengan cerita-cerita pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini terasa sangat luar biasa. Semua instrumen layanan di lapangan dirasakan jauh lebih siap, tanggap, dan profesional,” imbuh tokoh muda asal Lamongan tersebut.
Gus Khafidh juga memberikan catatan khusus mengenai dedikasi para petugas haji yang dinilai bekerja dengan penuh tanggung jawab. Kinerja maksimal dari para petugas di garis depan ini membuat pelaksanaan ibadah wajib maupun sunnah dapat berjalan secara khusyuk.
Di sisi lain, faktor tantangan alam berupa cuaca ekstrem di Arab Saudi yang dilaporkan menyentuh angka 45 hingga 47 derajat Celsius tidak menjadi penghalang. Meskipun kondisi suhu udara yang menyengat sempat memicu kelelahan, sistem mitigasi kesehatan dinilai tetap berada pada koridor optimal.
“Kendati kondisi cuaca di luar ruangan terpantau sangat panas, kami para jemaah secara umum tetap merasa nyaman, tenang, dan puas dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di tanah suci,” jelas Gus Khafidh membeberkan fakta lapangan.
Lebih lanjut, Gus Khafidh menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Ning Lia selaku representasi DPD RI Jawa Timur. Ia mengapresiasi langkah nyata sang senator yang menyempatkan diri turun langsung menemui petugas dan jemaah di Makkah.
“Dengan adanya pengawasan langsung secara vertikal di lapangan seperti ini, pelaksanaan dan evaluasi haji sangat bisa dimungkinkan menjadi jauh lebih baik lagi ke depannya,” tutur Gus Khafidh menyampaikan harapannya.
Merespons kesaksian tersebut, Anggota DPD RI Lia Istifhama menegaskan bahwa indikator kepuasan jemaah ini merupakan buah dari kinerja Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf. Inovasi kebijakan yang diterapkan oleh menteri yang akrab disapa Gus Irfan itu dinilai sukses memotong rantai birokrasi yang rumit.
Ning Lia menggarisbawahi bahwa pembentukan kementerian khusus yang fokus mengurusi haji dan umrah membawa dampak akselerasi yang nyata. Pemisahan kelembagaan ini membuat fokus penanganan jemaah, mitigasi masalah, serta koordinasi maktab di Arab Saudi menjadi jauh lebih tajam dan terukur.
“Kami dari DPD RI memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras Menhaj Gus Irfan beserta seluruh jajaran di lapangan. Harapannya, sistem yang sudah berjalan bagus ini terus disempurnakan demi kemaslahatan seluruh umat,” pungkas Ning Lia sebelum melanjutkan peninjauan fasilitas maktab.



