Jombang Kota Santri Sudah Mendarah Daging, Itu Bukan Soal Gaya-Gayaan

0
250 views
Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.id – Pemerhati Politik Hukum dan Kebijakan Publik DR Sholikin Rusli menyayangkan atas kebijakan Bupati Jombang yang akan merubah tagline dari Jombang Santri menjadi Jombang The Root Of Java.

Menurutnya, Jombang Kota Santri itu bukan diciptakan, namun sudah menjadi warisan yang dilabelkan sesuai fakta empirik oleh orang-orang terdahulu secara turun temurun dan sudah ada dengan sendirinya sesuai keadaan dilapangan dan mendarah daging.

“Tagline itu bukan persoalan gaya-gayaan. Jombang kota santri itu sudah ada dan turun temurun sesuai keadaan dilapangan atau fakta empirik,” ujar DR Sholikin Rusli, yang juga salah satu pengajar di Universitas 17 Agustus Surabaya, Kamis 15 Mei 2025.

Dosen Fakultas Hukum ini menegaskan bila perubahan itu hanya soal gimmick atau mencari perhatian saja. Yakni untuk menutupi kinerja yang belum bagus dan sejauh ini tidak begitu nampak memuaskan di mata publik.

“Fokus saja pada visi misi dan program program untuk mensejahterahkan masyarakat. Bukan gaya-gayaan untuk pengen dikenang masyarakat. Jombang Kota Santri dan Jombang Beriman itu sudah ada dan yang menjulukinya orang lain secara turun menurun, terus menerus,” katanya.

Menurutnya, perubahan tersebut harusnya dibarengi dengan kajian-kajian dengan memperhatikan fakta empirik.”Kami kurang setuju dengan perubahan itu dan pasti akan banyak pertentangan,” tandasnya.

Sholikin juga menyarankan supaya pemerintahan Jombang saat ini tidak terlalu banyak kontroversial yang jauh dari visi misi yang telah ditulis atau disuarakan sewaktu kampanye.

“Jangan lagi buat ulah dengan keluar dari visi misi. Seakan tidak bisa menjalankan atau lupa atas visi misinya. Jombang Kota Santri semboyan itu sudah mendarah daging tidak semua daerah punya simbol tersebut,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan