Bupati Jombang Dukung Penerapan Kurikulum Merdeka

Bupati Jombang
Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.ID– Bupati Jombang Mundjidah Wahab menyatakan mendukung penuh penerapan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Jombang.

Itu disampaikan Mundjidah saat menerima kunjungan kerja Tim Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang dipimpin Praptono, Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, di Pendopo Pemkab Jombang, kemarin.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, saya mendukung penuh Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Jombang,” ujar Mundjidah Wahab dalam keteranganya yang dikutip pada Selasa (19/7/2022).

Mundjidah berharap terobosan positif dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi akan menjadikan pembelajaran pada satuan pendidikan di Kabupaten Jombang menjadi lebih mudah, menghasilkan kualitas pendidikan terbaik dan sumber daya manusia unggul.

“Kami yakin, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah dan Guru  yang telah mempelajari berbagai pedoman yang disediakan oleh Kementerian Dikbudristek melalui platform Merdeka Mengajar mampu memimpin satuan pendidikan dalam mencapai pembelajaran yang berkualitas, membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat, yang berfokus pada peningkatan kualitas serta menciptakan iklim kolaboratif dibidang pendidikan pada lingkup satuan pendidikan di Kabupaten Jombang, serta memaksimalkan pemanfaatan platform Merdeka mengajar agar program ini berjalan sukses,” paparnya.

Dengan Implementasi Kurikulum Merdeka, pihaknya berharap bakal mampu mewujudkan generasi muda yang unggul, berkualitas, berkarakter, berdaya saing, berkepribadian serta berakhlak mulia.

“Alhamdulillah, manfaat IKM ini sudah dirasakan sangat luar biasa sekali oleh para fasilitator, Kepala Sekolah juga guru, bahkan mereka menyampaikan kenapa tidak dari dahulu ada Kurikulum Merdeka ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Praptono menyampaikan bahwa data yang sudah masuk dari Kabupaten Jombang ada 877 satuan pendidikan yang menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka jalur mandiri.

Untuk itu melalui kunjungan kerjanya kali ini guna memastikan kesiapan sekolah, untuk melakukan gerakan turun ke bawah mendorong sekolah-sekolah untuk segera memanfaatkan platform Merdeka sebagai sarana belajar, mengunduh materi bahan ajar, menghidupkan komunitas belajar sebagai sarana belajar bersama bagi guru dan kepala sekolah.

“Di dalam data Kemendikbudristek ada sekitar 10.278 guru yang terlibat dalam Implementasi Kurikulum Merdeka jalur mandiri. Artinya bahwa 10.000 guru itu harusnya pelatihan dulu kemudian pembelajarannya baru bisa berjalan dengan sebagaimana yang diharapkan,” jelasnya

Tinggalkan Balasan