Peresmian Proyek “Prestisius” Jalan Wahid Hasyim Sedot Uforia Ratusan Pengunjung

, Bupati Jombang Munjidah Wahab saat memberikan kata sambutan
Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.ID – Memasuki penghujung tahun 2021 dan sekaligus menandai datangnya tahun baru 2022, Minggu (12/12/2021), Bupati Jombang Mundjidah Wahab meresmikan proyek prestisius bertajuk rehab drainase Jalan KH Wahid Hasyim senilai Rp 16,8 milyar.

Peresmian yang berlangsung dikawasan simpang empat Kebonrojo itu dihadiri jajaran Forkopimda, Pimpinan DPRD, Kepala OPD Pemkab, Ketua PKK, Muslimat, Anshor, serta Dzuriyah dari KH Wahid Hasyim. Peresmian yang berlangsung pada pukul 20.00 wib itu berhasil menyedot uforia ratusan pengunjung.

Bacaan Lainnya

Proyek rehab drainase dan trotoar dengan panjang 2100 meter, dimana lebar dan tinggi drainase adalah 1 meter, serta lebar trotoar mencapai 3 meter, yang didanai oleh APBD murni 2021 itu pengerjaannya berlangsung selama tujuh bulan.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, Heru Widjayanto saat memberikan sambutan

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, Heru Widjayanto menegaskan bahwa pemicu dilakukan rehab drainase dan trotoar adalah karena terjadi sendimentasi hingga 90 persen. Pada akhirnya, tutur Heru, kondisi tersebut memicu genangan air dan berujung pada meluapnya banjir kota.

Sementara itu, Bupati Jombang Munjidah Wahab, dalam sambutannya menegaskan bahwa selain proyek rehab drainase dan trotoar jalan KH Wahid Hasyim, tahun ini Pemkab Jombang juga bakal meresmikan proyek alon-alon pada malam pergantian tahun nanti.

Bupati menegaskan, bahwa selain proyek jembatan Ploso bakal segera rampung tahun ini, tindaklanjut proyek jalan KH Wahid Hasyim berupa pengaspalan sepanjang ruas jalan, juga dipastikan berlangsung tahun depan karena sudah mendapat persetujuan dari pihak DPRD Jombang. ”Tahun depan gedung Dewan Kesenian juga bakal dibangun, “tutur Bupati.

Jajaran Forkopimda Jombang hadir dalam acara Rehabilitasi Drainase dan Trotoar jln. KH. Wahid hasyim (12/12/2021)

Dengan peresmian ini, dan juga peresmian proyek alon-alon pada malam tahun baru nanti, warga masyarakat Jombang dipastikan bakal mendapat kado istimewa dari Pemerintah Kabupaten.

Ya, kado yang lama ditunggu. Yakni ‘Jombang Bersolek’ dengan segala pernak-pernik nafas metropolitan.

Uforia pergantian tahun dengan segala gegap gempitanya, tahun ini bakal terasa berbeda. Warga Jombang dipastikan mendapati nuansa baru saat menikmati malam pergantian tahun nanti.

Khusunya dikawasan jantung kota. Ini karena sepanjang jalan Wahid Hasyim hingga alon-alon Jombang, bakal menawarkan keindahan malam lewat sentuhan lampu cantik beriring nuansa taman kota.

Berderet rapi dari kawasan ringin contong hingga mendekati alon-alon Jombang, tiang lampu artistik dengan segala ornamen pendukungnya itu merupakan bagian dari proyek bertajuk pembangunan drainase jalan Wahid Hasyim.

Sebagaimana kekinian kota-kota melek mode dan stylis, di sepanjang ruas Wahid Hasyim juga disediakan dudukan berupa kursi panjang dengan ornamen khas, lengkap dengan bola-bola batu warna.

Alon-alon Jombang juga tak kalah bersolek dan kian melengkapi tampilan wajah kota. Mengusung konsep bangunan milenial modern yang menekankan karakter ramah anak, proyek revitalisasi alon-alon dengan pagu Rp 9,7 milyar ini masih menyentuh perwajahan sisi selatan, atau separo dari kebutuhan.

Bupati dan Forkopimda jombang memberikan tali asih kepada petugas pasukan kuning Jombang pada acara tersebut.

Meski hanya separo, tapi wajah baru alon-alon jombang diyakini cukup layak untuk disebut sebagai destinasi wisata.

Info yang dihimpun menyebutkan, perubahan mendasar atas tampilan alon-alon Jombang adalah dibukanya gerbang masuk di sisi selatan. Sepaket dengan gerbang, lahan parkir untuk pengunjung juga disediakan.

Hal ini merujuk pada pertimbangan bahwa sisi selatan alon-alon berbatasan langsung dengan ruas jalan nasional, juga stasiun KAI. Sehingga pengunjung luar kota atau pengantar penumpang KAI yang berniat mampir ke alon-alon, bisa merasakan atmosfir kemudahan berwisata.

Selain desain dan tata ruang berubah menjadi modern dan bernafas destinasi wisata, yang paling menonjol dari revitalisasi alon-alon Jombang adalah tersedianya ruang serta fasilitas bermain untuk anak.

Disebutkan, selain menghadirkan fasilitas bermain anak berkelas internasional, wahana ini juga disebut tidak berbayar. Terpenting, diantara segala perubahan itu, fungsi alon-alon sebagai tempat upacara dipastikan tetap terjaga dengan baik.

Pada akhirnya, sebut seorang sumber, kinerja Pemkab yang sudah demikian berjibaku demi sebuah wajah kota yang cantik itu memang layak mendapat apresiasi. Menurutnya, berlangsungnya dua proyek prestisus ‘wahid hasyim dan alon alon kota’ adalah capaian Pemkab yang layak diacungi jempol. (din/pay/ali)

Tinggalkan Balasan