Bukan Sekadar Patroli, Satgas Yonif 645/GTY Datangi Rumah Tokoh Agama di Elelim Bawa Pesan Persaudaraan

Bagikan :

YALIMO, Papua Pegunungan,TelusuR.ID — Di tengah tugas menjaga keamanan wilayah perbatasan, personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha (GTY) memilih cara lain untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Mereka datang dari rumah ke rumah, menyapa tokoh agama dan warga, sekaligus membuka ruang percakapan tentang kehidupan masyarakat di Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo.

Pada Sabtu (29/8/2026), sebanyak 12 personel Pos Kout Elelim dipimpin Wadansatgas Yonif 645/GTY, Kapten Inf Bambang Ndaru Ardiansyah, S.T.Han., M.A.P., melaksanakan kegiatan teritorial bertajuk “Berbagi Kebahagiaan di Bulan Kemerdekaan.”

Salah satu lokasi yang didatangi adalah kediaman Kepala Gembala, Bapak Yosua. Kunjungan tersebut dikemas dalam suasana sederhana dan penuh keakraban. Tidak ada jarak antara prajurit dan tokoh agama. Mereka duduk bersama, berbincang, dan saling bertukar informasi mengenai kondisi masyarakat di wilayah Elelim.

Bagi Satgas, pertemuan semacam itu memiliki arti penting. Tokoh agama memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam membangun komunikasi, menjaga hubungan antarwarga, dan menciptakan suasana yang harmonis.

“Keberadaan Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha tidak hanya melaksanakan tugas pengamanan wilayah. Kami juga ingin hadir dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat,” ujar Kapten Inf Bambang.

Menurut dia, komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat perlu terus dibangun. Hubungan yang dekat diharapkan dapat menciptakan ruang komunikasi yang terbuka, sehingga berbagai persoalan maupun informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat dapat diketahui dan dicarikan solusi bersama.

Kunjungan itu kemudian diwarnai dengan penyerahan cinderamata kepada Bapak Yosua berupa kain khas Kalimantan dan Alkitab.

Pemberian tersebut bukan sekadar simbol dalam sebuah kunjungan. Bagi personel Satgas, cinderamata menjadi bentuk penghormatan kepada tokoh agama sekaligus cara sederhana untuk mempererat hubungan kekeluargaan dengan masyarakat di wilayah penugasan.

Dari rumah tokoh agama, kegiatan kemudian berlanjut dengan pembagian bantuan sembako kepada masyarakat di sekitar wilayah binaan.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Satgas terhadap kebutuhan warga. Nilainya mungkin sederhana, tetapi bagi masyarakat penerima, bantuan itu diharapkan dapat meringankan sebagian kebutuhan sehari-hari.

Momentum bulan kemerdekaan pun menjadi semakin bermakna ketika semangat berbagi dipertemukan dengan upaya membangun kedekatan antara prajurit dan masyarakat.

Bagi Satgas Yonif 645/GTY, kehadiran di tengah warga tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Menyempatkan diri berkunjung, mendengarkan cerita warga, berbincang dengan tokoh agama, hingga berbagi kebutuhan pokok merupakan bagian dari cara membangun kepercayaan.

Kapten Inf Bambang mengatakan kegiatan sosial dan anjangsana akan terus dilakukan selama penugasan. Ia berharap hubungan yang telah terbangun membuat masyarakat semakin nyaman berkomunikasi dengan personel Satgas maupun aparat terkait.

“Kami ingin masyarakat merasa nyaman untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi maupun permasalahan yang ada di lingkungan sekitar,” katanya.

Kepala Gembala Bapak Yosua menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian Satgas Yonif 645/GTY yang tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga berupaya membangun hubungan dengan tokoh agama dan masyarakat.

Menurutnya, pertemuan langsung seperti itu dapat mempererat hubungan sekaligus menumbuhkan rasa kekeluargaan antara personel Satgas dengan warga.

Di wilayah penugasan seperti Elelim, kedekatan semacam ini menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi. Ketika prajurit dan masyarakat saling mengenal, ruang dialog pun menjadi lebih terbuka.

Pada akhirnya, kegiatan tersebut bukan hanya tentang anjangsana atau pembagian sembako. Ada pesan yang lebih sederhana yang ingin disampaikan Satgas: bahwa menjaga wilayah juga berarti menjaga hubungan dengan orang-orang yang hidup di dalamnya.

Melalui pendekatan yang humanis, Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat, memperkuat komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di wilayah Distrik Elelim.

Di bulan kemerdekaan, langkah kecil itu menjadi bagian dari upaya merawat persaudaraan—dari sebuah rumah, dari sebuah percakapan, dan dari kepedulian sederhana kepada warga.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Sumber: Pen Satgas Yonif 645/GTY
GARDATAMA YUDHA — 645 GAS TERUS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version