JOMBANG, TelusuR.id – Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menerapkan sistem pengamanan modern berbasis teknologi canggih. Pihak panitia memasang sebanyak 400 unit kamera pengawas (Closed Circuit Television/CCTV) yang disebar di seluruh kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Selanjutnya, integrasi pengamanan digital ini dilakukan untuk menjamin keamanan, ketertiban, serta kelancaran pelaksanaan forum tertinggi warga Nahdliyin tersebut. Perhelatan akbar tingkat nasional ini dijadwalkan bakal berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
Adapun pemanfaatan teknologi pengawasan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh. Keterangan resmi tersebut dipaparkan menjelang pelaksanaan apel siaga panitia di kompleks pesantren setempat.
Lokasi pengarahan tersebut dipusatkan di halaman Gedung Serba Guna (GSG) KH Hasbullah Said PPBU Tambakberas, Jombang. Kegiatan koordinasi massal jajaran panitia lokal ini diselenggarakan pada Rabu (22/7/2026).
Lebih lanjut, tokoh yang akrab disapa Gus Rozaq ini menjelaskan bahwa langkah penerobosan berbasis digital ini diambil mengingat skala pergerakan massa yang sangat besar. Panitia memproyeksikan estimasi pengunjung dan tamu undangan dapat membeludak hingga mencapai 200 ribu orang.
“Pengamanan berbasis teknologi ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya mobilitas peserta dan tamu undangan yang diperkirakan membludak hingga mencapai 200 ribu orang selama perhelatan berlangsung,” ujar Gus Rozaq di Jombang, Rabu (22/7/2026).
Menurut pandangannya, penggunaan sistem pemantauan digital menjadi elemen krusial dalam mendukung efektivitas pengamanan Muktamar ke-35 NU. Pemanfaatan perangkat kamera ini diyakini akan mempermudah kerja para petugas di lapangan dalam merespons potensi gangguan keamanan secara real-time.
Di samping itu, dari rincian pemetaan teknis, sebanyak 400 CCTV tersebut dipasang di enam titik lokasi strategis dalam kawasan pesantren. Seluruh kamera pengawas ini terhubung langsung ke pusat kendali (command center) yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam penuh.
Melalui jaringan pemantauan terpadu ini, pergerakan orang serta arus keluar-masuk kendaraan di area pesantren dapat dipantau secara berkelanjutan. Sistem ini juga mampu mendeteksi potensi titik kerumunan padat secara lebih dini.
Secara spesifik, Gus Rozaq membeberkan bahwa sebanyak 50 unit CCTV dikonsentrasikan khusus di ruas-ruas jalan utama dalam kawasan pesantren. Kamera di area jalan ini difungsikan untuk memantau pergerakan lalu lintas armada kendaraan dan mobilitas pejalan kaki.
Sementara itu, ratusan unit kamera pengawas lainnya disebar secara ketat di dalam gedung-gedung utama. Titik krusial yang diawasi mencakup ruang persidangan pleno, lokasi sidang komisi, hingga area vital yang menjadi pusat kegiatan para muktamirin.
“Sisa ratusan kamera lainnya kami tempatkan di gedung-gedung utama, termasuk area ruang sidang dan lokasi komisi yang menjadi pusat kegiatan muktamar,” ungkap Gus Rozaq membeberkan sebaran perangkat.
Tidak hanya mengandalkan kecanggihan pengawasan teknologi digital, panitia lokal juga menyiagakan kekuatan fisik di lapangan. Langkah ini dilakukan dengan menerjunkan ribuan personel pengamanan gabungan lintas unsur.
Secara teknis, sebanyak 2.000 personel gabungan siap diterjunkan untuk mengawal keamanan perimeter. Pasukan ini terdiri atas unsur pengamanan internal pesantren, Banser, GASMI, Pagar Nusa, serta dukungan penuh dari jajaran TNI dan Polri.
Melalui kombinasi manunggal antara sistem pemantauan digital 24 jam dan kesiapsiagaan personel di lapangan, panitia optimistis seluruh rangkaian acara dapat berjalan kondusif. Langkah ini disiapkan demi memberikan rasa aman dan kenyamanan maksimal bagi para ulama, peserta, serta tamu undangan dari seluruh penjuru nusantara.
Lantas, sebagai penutup, kesiapan pengamanan berbasis teknologi ini makin menegaskan komitmen PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sebagai tuan rumah yang responsif. Tuan rumah bertekad menyajikan standar penyelenggaraan muktamar yang modern, aman, dan berkesan.
