Sinergi Jaga Pesisir, Khofifah dan Danpasmar 2 Tanam 1.200 Bibit Mangrove di Kenjeran

0
5 views
Bagikan :

SURABAYA, TELUSUR.ID – Mengusung semangat pelestarian kawasan pesisir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Komandan Pasmar 2, Mayor Jenderal TNI (Mar) Oni Junianto, memimpin aksi bersih pantai dan penanaman 1.200 bibit mangrove di Kenjeran Park, Surabaya, Jumat (27/3) pagi.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-25 Pasmar 2 ini menjadi simbol kuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan TNI AL. Kolaborasi ini bertujuan mewujudkan lingkungan pesisir yang bersih, lestari, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan hidup tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, dibutuhkan kerja bersama lintas sektor yang terintegrasi untuk menghadapi tantangan kerusakan ekosistem di wilayah pantai.

“Sinergi seperti hari ini adalah kunci. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, harus ada kolaborasi antara pemerintah, TNI/Polri, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga alam,” ujar Khofifah di sela-sela penanaman dikutip Telusur.id.

Sebanyak 1.200 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam dalam aksi ini, yang didukung oleh Dinas Kehutanan Jatim melalui Yayasan Gajah Sumatera. Bibit unggul tersebut didatangkan langsung dari lokasi pembibitan legendaris milik Almarhum H. Mukarim di Nguling, Pasuruan.

Khofifah menambahkan bahwa mangrove memiliki peran vital sebagai penyerap karbondioksida hingga lima kali lipat dibanding hutan daratan. Hal ini menjadikan ekosistem mangrove sebagai benteng utama dalam merespons ancaman perubahan iklim dan pemanasan global.

Tak hanya manfaat ekologis, mangrove juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi warga pesisir. Keberadaan hutan mangrove yang sehat akan menghidupkan ekosistem laut seperti ikan, udang, dan kepiting, sehingga nelayan tidak perlu melaut terlalu jauh untuk mencari nafkah.

Berdasarkan data Pemprov Jatim, luas ekosistem mangrove di wilayah ini terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2021 tercatat seluas 27.221 hektare, angka tersebut melonjak drastis menjadi 31.067 hektare pada tahun 2025 melalui berbagai program rehabilitasi.

Capaian luas mangrove di Jawa Timur pada tahun 2025 tersebut setara dengan 47,85 persen dari total luasan mangrove di seluruh Pulau Jawa. Khofifah menyebut angka ini adalah bukti nyata dari gerakan kolektif “Nandur Mangrove” yang masif dilakukan.

Di sisi lain, kualitas lingkungan di Jawa Timur juga membaik seiring dengan penurunan luas lahan kritis secara konsisten. Pemprov Jatim terus berkomitmen menginisiasi gerakan kolektif untuk menanam, merawat, dan menjaga benteng alami pesisir tersebut.

Selain penanaman pohon, aksi bersih-bersih pantai juga dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat. Khofifah menekankan bahwa menjaga kebersihan pantai bukan sekadar mengikuti instruksi pusat, melainkan sudah menjadi kebutuhan hidup yang mendesak.

Komandan Pasmar 2, Mayor Jenderal TNI (Mar) Oni Junianto, turut mengapresiasi dukungan penuh dari Pemprov Jatim. Ia menilai bantuan bibit dan kehadiran Gubernur adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan pemerintah daerah dalam urusan lingkungan.

Aksi lingkungan ini ditutup dengan peninjauan pameran UMKM yang menjadi rangkaian peringatan HUT Pasmar 2. Khofifah berpesan agar masyarakat terus mencintai alam, karena jika manusia menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kehidupan manusia.

Tinggalkan Balasan