Khofifah Salurkan Bansos Rp8,3 Miliar di Tuban, Perkuat Bantalan Ekonomi Warga saat Ramadan

0
9 views
Bagikan :

TUBAN, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali melanjutkan agenda “Sapa Bansos Amaliyah Ramadan” yang kini memasuki titik ke-10. Dalam kunjungan kerjanya di Pendopo Kridho Manunggal, Kabupaten Tuban, Kamis (5/3/2026), Khofifah menyalurkan bantuan sosial (bansos) dengan total nilai fantastis mencapai Rp8,35 miliar.

Dana bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kontribusi terbesar berasal dari Dinas Sosial Jatim senilai Rp7,14 miliar, disusul oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas PRKP serta Cipta Karya, hingga suntikan dana dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur.

Secara rinci, alokasi dari Dinas Sosial menyasar program krusial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp4 miliar untuk 2.004 keluarga. Selain itu, terdapat bantuan khusus untuk penanganan kemiskinan ekstrem senilai Rp1,89 miliar serta bantuan asistensi sosial bagi penyandang disabilitas (ASPD) sebesar Rp561,6 juta.

Sektor pendidikan juga tidak luput dari perhatian melalui program KIP Putri Jawara dan KIP PPKS Jawara yang menyasar seratusan penerima manfaat. Langkah ini diambil untuk memastikan anak-anak dari keluarga rentan tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak di tengah tantangan ekonomi.

Tak hanya bagi masyarakat umum, Pemprov Jatim memberikan apresiasi kepada para pilar sosial yang menjadi ujung tombak di lapangan. Total Rp375,4 juta disalurkan sebagai dukungan operasional dan tali asih bagi SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, hingga personel Tagana yang selama ini berdedikasi dalam pelayanan kesejahteraan.

 

Di sisi pemberdayaan desa, Dinas PMD Jatim menggelontorkan dana untuk Program Desa Berdaya dan Jatim Puspa di beberapa titik desa di Tuban. Sementara itu, BUMD Jatim turut berkontribusi melalui penyaluran zakat produktif senilai Rp25 juta yang ditujukan sebagai modal bagi 50 pelaku usaha kecil guna memperkuat ekonomi kerakyatan.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa rangkaian Sapa Bansos ini adalah komitmen nyata pemerintah untuk menyediakan perlindungan sosial sekaligus bantalan ekonomi. Menurutnya, momentum Ramadan sangat tepat untuk memperluas jangkauan manfaat program agar bisa dirasakan langsung oleh mereka yang paling membutuhkan.

“Kita berharap seluruh proses distribusi bansos tepat sasaran dan tepat pemakaian. Ada bantuan yang diarahkan untuk penguatan modal usaha, namun ada juga yang bersifat charity bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas,” ujar Khofifah dikutip Telusur.id, Sabtu (7/3/2026).

Mantan Menteri Sosial tersebut menambahkan bahwa integrasi program antara pemerintah provinsi dan kabupaten adalah kunci keberhasilan. Khofifah menginginkan agar bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, melainkan mampu menjadi pengungkit kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Pemprov Jatim terhadap warganya. Ia menilai dukungan ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok masyarakat kelas bawah di Tuban.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan Amaliyah Ramadan, Gubernur Khofifah juga menyerahkan hadiah istimewa berupa 100 mushaf Al-Qur’an pemberian Kerajaan Arab Saudi untuk masyarakat Tuban. Penyerahan simbolis ini menjadi pesan spiritual untuk memperkuat kerukunan dan keberkahan di bulan suci.

Tinggalkan Balasan