Bantu Program Prabowo, Sultan Madura Sulap Laba Makan Bergizi Gratis Jadi Rumah Layak Huni

0
1 views
Bagikan :

BANGKALAN, TELUSUR.ID – Sosok pengusaha sukses asal Kabupaten Pamekasan, Haji Khairul Umam, kembali menunjukkan aksi kemanusiaan yang nyata bagi masyarakat Madura.

Pria yang akrab disapa Haji Her ini memperluas jangkauan bantuan bedah rumah bagi warga miskin, yang kali ini menyasar warga di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan.

Langkah kedermawanan ini terasa istimewa karena dana pembangunan rumah tersebut bukan berasal dari dana pribadi biasa, melainkan murni dari keuntungan pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) miliknya. Tokoh yang dijuluki Sultan Madura ini memilih untuk tidak mengambil sepeser pun laba dari penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah tersebut.

Prosesi peletakan batu pertama pembangunan rumah tersebut dilakukan langsung oleh Haji Her pada Selasa (3/3/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini disaksikan oleh warga setempat, tokoh masyarakat, serta anak-anak penerima manfaat program MBG yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem sosial sang pengusaha.

Dalam keterangannya, Haji Her menjelaskan bahwa dapur MBG yang dikelolanya sudah beroperasi selama satu bulan penuh. Secara kalkulasi bisnis, operasional tersebut tentu sudah menghasilkan laba, namun ia menegaskan komitmennya untuk mengembalikan seluruh keuntungan tersebut kepada rakyat yang membutuhkan melalui program hunian.

“Saya tidak ingin ada keuntungan yang masuk ke kantong saya pribadi. Makanya, keuntungan dari pengelolaan dapur MBG ini langsung saya alokasikan untuk membangun rumah layak bagi warga miskin di sekitar lokasi dapur,” ujar Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2025 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) tersebut dikutip Telusur.id, Sabtu (7/3/2026).

Kehadiran Haji Her di lokasi pembangunan juga didampingi oleh sejumlah anak yatim penerima MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelolanya.

Kebersamaan ini menegaskan filosofi bisnisnya yang kental dengan nilai-nilai pesantren, mengingat ia merupakan alumni Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam Kadur.

Haji Her memberikan apresiasi tinggi terhadap program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Baginya, inisiatif pemerintah tersebut adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka kemiskinan di tingkat akar rumput.

Namun, ia juga memberikan catatan penting agar program mulia tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang hanya mengejar keuntungan materi semata. Haji Her mengingatkan agar kualitas gizi anak-anak tetap menjadi prioritas utama di atas kepentingan bisnis para pengelola dapur.

“Program MBG ini adalah bagian dari upaya besar menurunkan angka kemiskinan. Maka, program mulia dari Presiden Prabowo ini jangan sampai dikorbankan demi mencari untung belaka dengan mengabaikan standar gizi yang seharusnya diterima anak-anak,” tegasnya.

Rumah yang dibangun di Desa Pangeleyan ini merupakan proyek pertama yang didanai dari laba dapur MBG di wilayah tersebut. Haji Her optimis, seiring berjalannya waktu dan keberlanjutan program makanan bergizi, akan lebih banyak rumah warga miskin yang bisa diperbaiki secara mandiri tanpa membebani APBD.

Untuk tahap awal ini, satu unit rumah dibangun dengan estimasi anggaran sebesar Rp45 juta dan ukuran bangunan sekitar 5 \times 8 meter. Ke depan, program bedah rumah ini dipastikan akan terus berlanjut tanpa target angka khusus, menyesuaikan dengan kebutuhan mendesak warga di Kabupaten Bangkalan.

Tinggalkan Balasan