Jatim Mulai Terapkan WFH Tiap Rabu, Gubernur Khofifah: Hemat BBM dan Jaga Produktivitas

0
17 views
Bagikan :

SURABAYA, TELUSUR.ID – Mengawali hari kerja pertama pasca-libur Idul Fitri 1447 H, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Apel sekaligus Halal Bihalal bersama ribuan ASN dan jajaran BUMD di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Rabu (25/3/2026).

Momen yang dihadiri Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan Ketua TP PKK Arumi Bachsin ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan kembali semangat pengabdian aparatur negara dalam melayani masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah membawa kabar mengejutkan dengan mengumumkan kebijakan baru, yakni penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN Pemprov Jatim setiap hari Rabu yang mulai berlaku awal April 2026.

“Mulai minggu depan WFH dilaksanakan pada hari Rabu. Jadi Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat kita bekerja hadir langsung. Kebijakan ini selaras dengan upaya penghematan BBM dan energi dari pemerintah pusat,” tegas Khofifah dikutip Telusur.id

Khofifah menjelaskan bahwa pemilihan hari Rabu sebagai waktu WFH telah melalui pertimbangan matang untuk menjaga ritme kerja agar tidak mengganggu pola pelayanan publik di akhir pekan.

Menurutnya, jika WFH diletakkan pada hari Jumat, dikhawatirkan muncul kecenderungan ASN untuk melakukan libur panjang atau pulang kampung yang justru memicu konsumsi BBM lebih tinggi karena long weekend.

Berdasarkan data internal, rata-rata ASN Pemprov Jatim menempuh jarak 28 kilometer pulang-pergi setiap hari, sehingga skema satu hari bekerja dari rumah diproyeksikan mampu menciptakan efisiensi energi yang signifikan.

Khofifah juga lebih memilih skema WFH dibandingkan Work From Anywhere (WFA) agar anggota keluarga dapat membantu melakukan pengawasan dan memberikan dukungan moral saat ASN bekerja dari rumah.

Meski bekerja secara fleksibel, Gubernur menekankan bahwa kebijakan ini bukanlah pelonggaran, melainkan mekanisme kerja modern yang tetap menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, dan produktivitas tinggi.

“Dengan sistem WFH, pelayanan publik tidak boleh berkurang. Justru kinerja harus tetap optimal dan koordinasi harus semakin kuat, terutama pada sektor pelayanan yang bersentuhan langsung dengan warga,” ujarnya.

Ia memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk melakukan pengawasan ketat terhadap kehadiran dan capaian kinerja agar tidak terjadi penurunan kualitas layanan maupun penumpukan berkas (backlog).

Lebih lanjut, Khofifah berharap nilai-nilai kedisiplinan dan kejujuran yang dilatih selama bulan Ramadan dapat tercermin dalam etos kerja ASN yang lebih profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Acara diakhiri dengan suasana hangat saat ribuan ASN mengantre untuk bersalaman dan berswafoto bersama jajaran pimpinan daerah, menandai dimulainya babak baru pengabdian pasca-lebaran di Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan