JOMBANG, TelusuR.ID – Rencana Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 di dua titik strategis mendapat apresiasi dari pegiat dan pemerhati sepak bola Jombang yang juga anggota Exco PSSI Jombang, Edy Musadad. Menurutnya, inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya memberi ruang bagi masyarakat menikmati pesta sepak bola dunia, tetapi juga menjadikan olahraga sebagai medium memperkuat kebersamaan.
Edy menilai langkah yang diinisiasi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, merupakan bentuk pelayanan publik yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Di tengah tingginya antusiasme warga terhadap sepak bola, kehadiran pemerintah sebagai fasilitator dinilai mampu menghadirkan suasana yang aman, tertib, sekaligus mempererat interaksi sosial.
“Sepak bola memiliki kekuatan menyatukan semua kalangan. Karena itu, saya mengapresiasi langkah Pak Sekda Agus Purnomo yang mendorong terselenggaranya nobar ini sebagai ruang berkumpul masyarakat. Ini bukan hanya soal menonton pertandingan, tetapi bagaimana pemerintah menghadirkan kebersamaan di ruang publik,” kata Edy Musadad.
Ia juga mengapresiasi keputusan Pemkab Jombang yang menyiapkan dua lokasi nobar, yakni di Taman Informasi Jombang dan kawasan perempatan Stadion Merdeka Jombang. Menurutnya, kedua lokasi tersebut memiliki nilai strategis karena mudah dijangkau masyarakat dan selama ini telah menjadi ruang aktivitas publik.
“Pilihan dua titik ini cukup tepat. Taman Informasi sudah menjadi lokasi favorit masyarakat saat nobar Timnas Indonesia, sedangkan kawasan Stadion Merdeka memiliki kapasitas yang lebih luas untuk menampung antusiasme warga. Ini menunjukkan pemerintah sudah mempertimbangkan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Edy berharap momentum Final Piala Dunia 2026 juga dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan budaya menonton yang sportif dan tertib. Ia meyakini atmosfer positif yang tercipta dalam kegiatan bersama seperti nobar akan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sepak bola sekaligus memberi dampak baik bagi pembinaan olahraga di daerah.
Di sisi lain, Sekda Kabupaten Jombang Agus Purnomo menegaskan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat. Bahkan, sebelum laga final, Pemkab Jombang telah melaksanakan nobar secara bergilir di sejumlah ruang publik sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri mengenai penyelenggaraan nonton bersama Piala Dunia.
“Kami sudah melaksanakan arahan dalam SE Mendagri terkait nobar Piala Dunia. Kegiatan itu kami lakukan secara berkeliling di beberapa lokasi di Kabupaten Jombang, seperti pasar-pasar maupun tempat-tempat publik lainnya,” ujar Agus Purnomo saat dihubungi TelusuR.ID melalui sambungan telepon, Selasa (15/7/2026).
Menurut Agus, konsep nobar keliling dipilih agar semarak Piala Dunia dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah. Pemerintah ingin memastikan euforia pesta sepak bola dunia tidak hanya terpusat di satu tempat, tetapi menjangkau lebih banyak warga.
Untuk partai final, Pemkab Jombang telah menetapkan dua lokasi utama penyelenggaraan nobar.
“Rencananya ada dua event nobar Final Piala Dunia 2026. Yang pertama di Taman Informasi Jombang seperti biasanya saat kita menggelar nobar pertandingan Tim Nasional Indonesia. Yang kedua di kawasan perempatan sekitar Stadion Merdeka Jombang,” jelas Agus.
Tak hanya itu, Agus juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah membuka Pendopo Kabupaten Jombang apabila diperlukan sebagai lokasi tambahan bagi masyarakat yang ingin menikmati pertandingan bersama.
“Kalau memang dibutuhkan, kami siap memfasilitasi nobar bersama masyarakat pecinta bola di Pendopo Kabupaten Jombang. Yang penting masyarakat bisa menikmati pertandingan dengan nyaman, aman, dan penuh kebersamaan,” katanya.
Agus berharap seluruh rangkaian nobar berlangsung tertib dan menjadi hiburan yang sehat bagi masyarakat. Ia mengajak warga menjaga keamanan, ketertiban, serta kebersihan lingkungan agar pesta sepak bola dunia dapat dinikmati dalam suasana yang kondusif.
Bagi Edy Musadad, komitmen pemerintah daerah yang dipimpin secara teknis oleh Sekda Agus Purnomo tersebut layak diapresiasi karena menunjukkan bahwa sepak bola tidak sekadar dipandang sebagai tontonan, melainkan sebagai wahana membangun solidaritas sosial.
“Ketika pemerintah hadir memfasilitasi masyarakat dengan baik, yang tumbuh bukan hanya kegembiraan menyaksikan final Piala Dunia, tetapi juga rasa memiliki terhadap ruang publik dan semangat kebersamaan. Hal seperti inilah yang membuat sepak bola memiliki nilai sosial yang sangat besar,” tutupnya.



