JOMBANG, TelusuR.id – Panitia Pelaksana atau Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bergerak cepat untuk mematangkan seluruh rangkaian persiapan hajat besar warga Nahdliyin tersebut. Langkah awal ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi Perdana yang bertempat di Aula Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Ketua OC Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa pertemuan perdana ini menjadi momentum yang sangat penting dalam menyatukan visi seluruh jajaran kepanitiaan. Penyatuan visi ini dinilai krusial agar seluruh tahapan persiapan ke depan dapat berjalan tanpa hambatan teknis yang berarti.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri secara komprehensif oleh perwakilan struktur organisasi dari berbagai tingkatan. Selain itu, unsur kepesantrenan setempat selaku tuan rumah dalam hal ini panitia lokal juga hadir untuk memberikan dukungan penuh sejak awal perencanaan.
Di samping jajaran panitia pelaksana, rapat koordinasi krusial tersebut juga dihadiri langsung oleh Mohammad Nuh selaku Ketua Steering Committee (SC) serta Sekretaris OC Amin Said Husni. Kehadiran para tokoh penting beserta jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lainnya ini semakin menegaskan keseriusan organisasi dalam menyongsong muktamar kali ini.
Gus Ipul merinci bahwa koordinasi perdana ini sengaja melibatkan sinergi lintas sektoral yang kuat. Kolaborasi tersebut dibangun secara solid antara jajaran PBNU, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), hingga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).
Pihak tuan rumah dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang juga dipastikan turut andil penuh dalam seluruh agenda persiapan. Keterlibatan aktif pihak pesantren diharapkan dapat memperkuat aspek kelokalan serta nilai-nilai khidmah kepesantrenan selama acara berlangsung.
Dalam wawancara yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026), Gus Ipul menjelaskan bahwa seluruh pihak terkait kini telah berhasil menyusun rencana strategis awal. Pertemuan tatap muka pertama ini berjalan produktif dengan menghasilkan beberapa poin kesepakatan penting.

Hasil dari rapat koordinasi perdana ini nantinya akan langsung dijadikan sebagai pedoman resmi dan cetak biru (blueprint) bagi panitia. Dokumen strategis tersebut akan memandu kepanitiaan untuk melangkah ke tahapan persiapan teknis selanjutnya yang lebih mendetail.
Fokus utama panitia saat ini adalah menyiapkan seluruh instrumen pendukung demi kenyamanan peserta dan kelancaran acara. Gus Ipul menyebutkan bahwa pemetaan kebutuhan akomodasi, konsumsi, serta pengaturan lokasi persidangan menjadi prioritas yang mulai digarap sejak dini.
Selain tempat persidangan komisi-komisi, lokasi spesifik untuk upacara pembukaan atau opening ceremony Muktamar Ke-35 NU juga sedang disiapkan secara matang. Langkah antisipatif ini dinilai sangat penting mengingat skala acara yang akan mengundang perhatian luas.
Persiapan matang pada sektor lokasi ini juga dilakukan untuk mengantisipasi tingginya antusiasme warga Nahdliyin serta tamu undangan nasional yang akan hadir memadati area pembukaan. Panitia bertekad memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh elemen yang hadir.
Pihak panitia juga menaruh perhatian besar pada manajemen logistik dan pengaturan arus massa. Skema alur kedatangan para tamu, pelayanan peserta selama muktamar berlangsung, hingga kepulangan mereka ke daerah asal kini tengah dirancang sedemikian rupa agar berjalan tertib.
Terkait dengan kebutuhan personel pengamanan di lapangan, Gus Ipul mengungkapkan bahwa panitia akan mengerahkan ratusan tenaga Banser (Barisan Ansor Serbaguna) untuk menjaga kondusivitas acara. Jumlah pasti personel pengamanan tersebut saat ini sedang dihitung secara terperinci berdasarkan kebutuhan pos di lapangan.
Menurut estimasi awal dari tim kepanitiaan, jumlah personel Banser yang akan diterjunkan berada di kisaran 200 hingga 400 personel. Pasukan ini nantinya akan disebar di berbagai titik krusial di sekitar area muktamar untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas dan keamanan peserta.
Guna menjaga ritme kerja panitia yang dinamis, rapat koordinasi formal berikutnya dijadwalkan akan kembali digelar dua minggu mendatang. Kendati demikian, komunikasi antarpelaksana dipastikan tidak akan terputus dan tetap berjalan secara harian.
Gus Ipul menyatakan bahwa rapat-rapat koordinasi intensif berskala kecil tetap bisa dilakukan setiap hari memanfaatkan teknologi digital seperti Zoom dan komunikasi telepon.
Di sisi lain, sinergi eksternal dengan Penjabat Gubernur Jawa Timur serta Bupati Jombang juga terus diperkuat demi menyukseskan gelaran nasional yang penuh kegembiraan dan keberkahan ini.



