TelusuR.ID

Home Berita 1.225 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Turun ke Desa, Bupati Warsubi: Jadikan Jombang...

1.225 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Turun ke Desa, Bupati Warsubi: Jadikan Jombang Laboratorium Pengabdian dan Inovasi

0
14 views
Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.ID – Pemerintah Kabupaten Jombang membuka pintu kolaborasi dengan dunia akademik melalui penerimaan sebanyak 1.225 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur. Ribuan mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke berbagai desa untuk menjalankan program pengabdian yang berfokus pada pengelolaan sampah, pemberdayaan pemuda, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Prosesi penerimaan dipusatkan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo, Desa Gedangkeret, Kecamatan Jombang, Senin (13/7/2026). Pemilihan lokasi di kawasan pengelolaan sampah itu bukan tanpa alasan. Pemerintah Kabupaten Jombang ingin mengirimkan pesan bahwa persoalan lingkungan kini menjadi agenda pembangunan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan perguruan tinggi.

Bupati Jombang Warsubi hadir langsung menyambut para mahasiswa didampingi Sekretaris Daerah Agus Purnomo, jajaran Staf Ahli, Asisten, kepala perangkat daerah, camat, hingga kepala desa. Sementara dari UPN “Veteran” Jawa Timur hadir Rektor Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT., IPU., Kepala LPPM Dr. Ir. Rossyda Priyadarshini, M.P., beserta para dosen pembimbing lapangan.

Momentum tersebut ditandai dengan penyematan jaket almamater secara simbolis oleh Bupati Warsubi kepada perwakilan mahasiswa, dilanjutkan pembekalan sebelum mereka diterjunkan ke desa-desa lokasi KKN.

Mengusung tema “Pengelolaan Persampahan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Pemuda Melalui Pemetaan Potensi Pemuda dan UMKM Desa”, program KKN tahun ini dinilai selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Jombang yang tengah memperkuat sektor lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Bagi Warsubi, kehadiran ribuan mahasiswa bukan sekadar memenuhi agenda akademik. Lebih dari itu, mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

“Pengelolaan sampah saat ini telah menjadi isu strategis yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi memiliki nilai ekonomi apabila dikelola melalui prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle atau 3R,” ujar Warsubi.

Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Jombang terus mendorong transformasi pengelolaan sampah dari pendekatan kumpul-angkut-buang menjadi pengelolaan berbasis pemberdayaan masyarakat. Karena itu, keterlibatan mahasiswa dinilai akan mempercepat lahirnya inovasi dan perubahan perilaku di tingkat desa.

Warsubi berharap mahasiswa mampu menjadi motor penggerak edukasi lingkungan, menghidupkan kembali bank-bank sampah desa, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi sumber nilai tambah ekonomi.

“Saya berharap adik-adik mahasiswa mampu menjadi motor edukasi bagi masyarakat dalam membangun budaya peduli lingkungan, sekaligus menghadirkan inovasi-inovasi sederhana yang bisa diterapkan secara berkelanjutan di desa,” katanya.

Tak hanya menyoroti isu lingkungan, Bupati juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan. Selama menjalankan KKN, mahasiswa akan melakukan pemetaan potensi pemuda dan UMKM desa. Hasil pendataan tersebut akan menjadi basis data yang dapat dimanfaatkan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih terukur dan tepat sasaran.

Menurut Warsubi, pembangunan daerah tidak lagi cukup hanya mengandalkan asumsi, tetapi harus bertumpu pada data yang akurat dari lapangan. Karena itu, hasil kerja mahasiswa diharapkan menjadi kontribusi konkret bagi proses perencanaan pembangunan Kabupaten Jombang ke depan.

“Data hasil pemetaan tersebut akan menjadi informasi yang sangat berharga bagi pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Jombang dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Menjelang pelepasan mahasiswa ke desa tujuan, Warsubi juga memberikan pesan agar seluruh peserta KKN mengedepankan semangat kolaborasi, meninggalkan ego sektoral, aktif berdialog dengan masyarakat, serta menghormati adat, budaya, dan kearifan lokal selama menjalankan pengabdian.

Dengan penuh optimisme, ia kemudian secara resmi menerima sekaligus melepas para mahasiswa untuk menjalankan tugas pengabdian.

“Bismillahirrahmanirrahim, mahasiswa UPN ‘Veteran’ Jawa Timur saya terima dan siap diterjunkan ke desa-desa yang telah ditentukan di Kabupaten Jombang. Jadikan KKN sebagai momentum untuk belajar dari masyarakat, mengabdi dengan sepenuh hati, dan menghadirkan karya nyata yang memberi manfaat bagi warga,” tegas Warsubi.

Kehadiran 1.225 mahasiswa KKN ini menjadi salah satu bentuk sinergi strategis antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat langkah Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, berbasis inovasi, serta berpijak pada potensi desa sebagai kekuatan utama daerah.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here