Pendekatan Humanis TNI Berbuah Kepercayaan, Warga Perbatasan Serahkan Senjata Rakitan dan Sisik Trenggiling

Bagikan :

SANGGAU, TelusuR.ID — Pendekatan dari hati ke hati kembali membuahkan hasil di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Bukan melalui tekanan, personel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani berhasil membangun kepercayaan masyarakat hingga seorang warga secara sukarela menyerahkan senjata rakitan dan sisik trenggiling.

Penyerahan tersebut berlangsung di Dusun Guna Banir, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa (1/9/2026).

Seorang warga berinisial TN (79) menyerahkan satu pucuk senjata rakitan jenis Bowman serta sisik trenggiling seberat 1,85 ons kepada personel Pos Guna Banir Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani.

Penyerahan itu menjadi buah dari komunikasi yang dibangun secara intensif antara prajurit TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan.

Sebelumnya, personel Pos Guna Banir melaksanakan kegiatan komunikasi sosial atau Komsos dengan warga setempat. Dalam pertemuan tersebut, prajurit memberikan pemahaman mengenai bahaya dan konsekuensi hukum kepemilikan senjata api ilegal, termasuk larangan menyimpan maupun memperdagangkan bagian tubuh satwa yang dilindungi.

Dari komunikasi yang dilakukan secara persuasif itu, personel memperoleh informasi mengenai adanya warga yang menyimpan senjata rakitan dan sisik trenggiling.

Alih-alih mengambil langkah represif, personel Satgas memilih mengedepankan pendekatan dialogis. Mereka mendatangi kediaman warga tersebut dan memberikan penjelasan mengenai ketentuan hukum yang berlaku.

Pendekatan itu akhirnya membuka ruang kepercayaan.

Setelah memahami risiko hukum dari barang yang disimpannya, TN menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan seluruh barang tersebut secara sukarela kepada aparat.

Komandan Pos Guna Banir, Letda Cpl Abdul Ghani Fardhiansyah, S.Tr.(Han), bersama personelnya menerima langsung penyerahan senjata rakitan dan sisik trenggiling tersebut.

Selanjutnya, temuan itu dilaporkan kepada komando atas untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penyerahan sukarela ini sekaligus menjadi gambaran pentingnya membangun komunikasi di wilayah perbatasan. Di tengah berbagai tantangan keamanan, kepercayaan masyarakat menjadi salah satu kunci bagi aparat untuk mencegah peredaran senjata ilegal dan perdagangan satwa dilindungi.

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani pun terus mengimbau masyarakat agar tidak menyimpan senjata ilegal maupun barang-barang terlarang lainnya.

Masyarakat juga diminta tidak ragu melaporkan kepada aparat apabila menemukan atau mengetahui keberadaan senjata ilegal maupun perdagangan bagian tubuh satwa yang dilindungi.

Di wilayah perbatasan, tugas prajurit tak semata menjaga garis terdepan negara. Lebih dari itu, mereka juga membangun jembatan kepercayaan dengan masyarakat—karena keamanan yang kuat sering kali berawal dari keberanian warga untuk membuka pintu dan memilih bekerja bersama negara.

Sumber: Penerangan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani, Kodam XIII/Merdeka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version