JAYAWIJAYA,TelusuR.ID – Derap langkah dan komando tegas menggema di halaman Koramil 1702-16/Kelila, Distrik Kelila, Minggu (2/8/2026). Puluhan pelajar SMA dari berbagai sekolah tampak berlatih penuh semangat di bawah arahan personel Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha (GTY) bersama Babinsa Koramil Kelila. Di balik latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) itu, TNI tengah menanamkan nilai yang jauh lebih besar dari sekadar keseragaman gerakan: disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan cinta Tanah Air.
Pelatihan tersebut menjadi tahapan awal seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Tingkat Distrik Kelila Tahun 2026. Namun bagi Satgas Yonif 645/GTY, kegiatan ini bukan hanya tentang mencari siswa terbaik untuk mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan, melainkan membentuk karakter generasi muda yang kelak menjadi pemimpin di tanah Papua.
Materi yang diberikan meliputi teknik dasar baris-berbaris, kekompakan, kedisiplinan, ketegasan sikap, hingga pembentukan mental dan jiwa kepemimpinan. Seluruh proses latihan berlangsung dengan pendekatan yang komunikatif, sehingga para pelajar tidak hanya menerima instruksi, tetapi juga memahami makna di balik setiap gerakan dan nilai kebangsaan yang diajarkan.
Komandan Pos (Danpos) Kelila Letda Inf Danang Prasetyo melalui Serda Dacosta menegaskan bahwa pembinaan generasi muda merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Papua.
“TNI memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membentuk karakter generasi muda. Melalui latihan PBB ini kami ingin menanamkan disiplin, tanggung jawab, semangat kebersamaan, serta kecintaan kepada bangsa dan negara. Harapan kami, dari Kelila akan lahir calon-calon Paskibra yang bukan hanya tampil gagah saat mengibarkan Merah Putih, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai generasi penerus Indonesia,” ujarnya.
Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa kehadiran TNI diterima dengan baik oleh masyarakat. Salah seorang peserta, Dani Pagawak, mengaku bangga mendapat kesempatan berlatih langsung bersama prajurit TNI.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada abang-abang TNI yang sudah melatih kami. Banyak pelajaran yang kami dapatkan, bukan hanya soal baris-berbaris, tetapi juga tentang disiplin dan semangat untuk menjadi lebih baik,” katanya.
Latihan kemudian ditutup dengan yel-yel penuh semangat yang menggema dari seluruh peserta, “TNI! Prima!”, mencerminkan kedekatan emosional yang terbangun antara prajurit dan para pelajar.
Bagi Satgas Pamtas Yonif 645/Gardatama Yudha, menjaga wilayah perbatasan tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan kedaulatan negara. Membina generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang disiplin, berintegritas, dan memiliki jiwa nasionalisme juga menjadi bagian penting dari pengabdian TNI.
Melalui sinergi bersama aparat kewilayahan, Satgas Yonif 645/GTY berkomitmen terus mendampingi dan membina pelajar di Distrik Kelila. Harapannya, mereka tidak hanya mampu mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan penuh kebanggaan, tetapi juga menjadi generasi yang siap menjaga persatuan, memperkuat keutuhan NKRI, serta membawa nama baik Papua di masa depan.
Semangat “Bersama Rakyat TNI Kuat” kembali tercermin dalam kegiatan ini. Di tengah masyarakat, TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, melainkan juga sebagai mitra yang menyiapkan lahirnya generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa nasionalis.
