Insiden Pemukulan Disebut Terjadi di Luar Bahrul Ulum, Gus Amin: Bukan Ranah Panlok Muktamar NU

Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.ID — Informasi mengenai dugaan insiden pemukulan yang disebut melibatkan pengurus PCNU dan PWNU Kalimantan Utara beredar di tengah pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.

Namun, hingga kini informasi tersebut belum terverifikasi secara independen. Pihak-pihak yang disebut terlibat juga belum memberikan keterangan yang dapat mengonfirmasi secara utuh mengenai kronologi maupun penyebab peristiwa tersebut.

Ketua Pengamanan (PAM) Muktamar ke-35 NU, KH Amin Yahya atau Gus Amin, memilih tidak masuk terlalu jauh ke dalam persoalan tersebut. Ia menegaskan, informasi mengenai kejadian itu menyangkut lokasi di luar kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, yang menjadi pusat pelaksanaan Muktamar.

Karena berada di luar area resmi Muktamar, Panitia Lokal (Panlok) maupun PAM tidak memiliki kewenangan untuk menangani persoalan tersebut.

“Menurut saya, kejadian itu, TKP ada di luar wilayah Tambakberas, yaitu di luar wilayah Bahrul Ulum. Jadi kami selaku Panlok tidak ingin masuk pada ranah itu,” ujar Gus Amin, Sabtu malam (29/8).

Gus Amin mengatakan Panlok memiliki tanggung jawab utama memastikan keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian Muktamar di dalam kawasan yang telah ditentukan.

Ia meminta batas kewenangan tersebut dipahami agar setiap persoalan ditangani oleh pihak yang memang memiliki kewenangan sesuai lokasi kejadian.

“Yang kedua, itu adalah urusan internal mereka. Kenapa mereka bisa keluar atau tidak masuk pada tempat yang telah disediakan,” katanya.

Panlok Tak Ingin Berspekulasi

Sikap Panlok tersebut juga menunjukkan kehati-hatian dalam menyikapi informasi mengenai dugaan kekerasan yang beredar di tengah Muktamar.

Alih-alih berspekulasi mengenai siapa yang terlibat maupun bagaimana kronologi sebenarnya, Gus Amin memilih menegaskan posisi panitia berdasarkan wilayah pengamanan yang menjadi tanggung jawabnya.

Menurut dia, pengamanan Muktamar dirancang untuk memastikan peserta, muktamirin, tamu undangan, dan seluruh agenda organisasi berlangsung aman di dalam kawasan Bahrul Ulum.

Sementara persoalan yang terjadi di luar kawasan tersebut, kata Gus Amin, tidak dapat serta-merta dibebankan kepada Panlok.

“Jadi kami hari ini menyatakan, kejadian-kejadian yang di luar wilayah Bahrul Ulum atau Muktamar, sekali lagi, bukan ranah panitia Panlok,” tegasnya.

Keamanan Muktamar Tetap Jadi Fokus

Muktamar ke-35 NU di Bahrul Ulum Tambakberas diikuti peserta dari berbagai daerah. Tingginya mobilitas muktamirin membuat aspek keamanan menjadi salah satu perhatian penting panitia selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Gus Amin menegaskan, Panlok tetap fokus pada mandat utamanya, yakni menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Muktamar.

Ia juga menekankan pentingnya tidak mencampuradukkan informasi mengenai dugaan insiden di luar arena dengan sistem pengamanan yang telah dijalankan panitia di dalam kawasan Muktamar.

Dengan demikian, informasi mengenai dugaan pemukulan tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak yang disebut terlibat maupun pihak berwenang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan terverifikasi dari pengurus PCNU maupun PWNU Kalimantan Utara yang dapat memastikan kronologi, lokasi, maupun pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan insiden tersebut.

(din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version