Bukan Sekadar Jaga Perbatasan, Prajurit Yonif 645/GTY Datang ke Gereja Benawa Bawa Alkitab dan Pesan Damai
YALIMO,TelusuR.ID — Senyum dan doa menjadi bahasa yang mempertemukan prajurit TNI dengan masyarakat di pedalaman Papua. Di tengah tugas menjaga keamanan wilayah, personel Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha memilih hadir lebih dekat dengan warga melalui sebuah kunjungan sederhana ke Gereja GKI Yoska Yudea, Desa Ampera, Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan.
Pada 11 Agustus 2026, personel Pos Benawa Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 645/GTY melaksanakan anjangsana keagamaan sekaligus bersilaturahmi dengan jemaat gereja. Kegiatan tersebut dipimpin Letda Inf Irfan Yusuf Fachrurrozi, S.P.
Kehadiran prajurit tidak sekadar menjadi kunjungan formal. Mereka mengikuti doa bersama jemaat sekaligus menyerahkan bantuan Alkitab secara simbolis kepada pendeta dan pengurus Gereja GKI Yoska Yudea.
Bagi Satgas Yonif 645/GTY, pemberian Alkitab itu menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendukung kehidupan keagamaan warga di wilayah penugasan.
“Kehadiran kami di sini bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Desa Ampera. Pemberian Alkitab ini merupakan bentuk dukungan kami agar jemaat semakin semangat dalam beribadah,” kata Letda Inf Irfan Yusuf.
Suasana hangat terasa sepanjang kegiatan. Pihak gereja dan masyarakat menyambut kedatangan para prajurit dengan penuh sukacita. Sapaan, senyum, dan doa bersama menjadi jembatan yang mempertemukan dua sisi kehidupan dalam satu ruang kebersamaan.
Bagi warga, kehadiran prajurit di tengah aktivitas keagamaan menjadi bentuk perhatian yang dirasakan secara langsung. Sementara bagi personel Satgas, interaksi semacam itu menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat.
Pendekatan tersebut juga menunjukkan bahwa tugas prajurit di wilayah penugasan tidak semata-mata berkaitan dengan aspek keamanan. Ruang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang juga perlu dirawat.
Melalui anjangsana ini, Satgas Yonif 645/GTY berharap hubungan kekeluargaan dengan masyarakat Distrik Benawa semakin kuat. Dari kedekatan tersebut, diharapkan tumbuh suasana kehidupan yang aman, tenteram, toleran, dan penuh kedamaian.
Sebab, di wilayah penugasan, menjaga keamanan bukan hanya soal memastikan situasi tetap kondusif. Kadang, rasa aman justru tumbuh dari hal sederhana: hadir, menyapa, berdoa bersama, dan menunjukkan bahwa masyarakat tidak berjalan sendirian.
