Satgas Yonif 645/GTY Perkuat Kedekatan dengan Warga Papua Lewat Ibadah Minggu, Bangun Kepercayaan dari Rumah Ibadah

Bagikan :

NAPUA,TelusuR.ID — Kehadiran prajurit TNI di perbatasan RI–PNG tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan wilayah. Di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, personel Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha membangun pendekatan yang lebih humanis dengan berbaur bersama masyarakat dalam pelaksanaan ibadah Minggu di Gereja Kemah Injil (GKI) Napua, Minggu (26/7/2026).

Sebanyak 19 personel Satgas yang beragama Nasrani mengikuti ibadah bersama jemaat. Momen tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan emosional antara prajurit dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan personel Pos Napua kepada warga setempat. Usai ibadah, personel Satgas membagikan makanan ringan dan bubur kacang hijau kepada jemaat sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.

Komandan Pos Napua, Letda Inf I Kadek Adi Muliawan, S.Tr.(Han), memimpin langsung kegiatan tersebut. Menurutnya, membangun komunikasi yang hangat dengan masyarakat menjadi bagian penting dari pelaksanaan tugas pengamanan wilayah perbatasan.

Di Papua, pendekatan yang mengedepankan dialog, penghormatan terhadap nilai-nilai lokal, serta keterlibatan dalam aktivitas sosial dan keagamaan dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan suasana yang aman sekaligus memperkuat rasa saling percaya antara TNI dan masyarakat.

Komandan Kipur I Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha, Kapten Inf Haris Verbyan Saputra, S.Tr.(Han), menegaskan bahwa kegiatan teritorial yang dijalankan Pos Napua tidak berhenti pada patroli keamanan semata. Berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk anjangsana dan ibadah bersama, menjadi bagian dari strategi pembinaan teritorial yang mengedepankan sentuhan kemanusiaan.

“Melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi bersama warga, kami ingin membangun hubungan kekeluargaan yang kuat. Kehadiran Satgas harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Respons positif datang dari tokoh masyarakat dan pimpinan gereja. Kepala Kampung bersama Pendeta GKI Napua menyampaikan apresiasi atas kehadiran personel Satgas yang ikut beribadah bersama jemaat serta berbagi makanan kepada warga.

Menurut mereka, keterlibatan prajurit dalam aktivitas keagamaan menunjukkan sikap menghormati kehidupan sosial masyarakat Papua. Pihak gereja bahkan menyatakan pintunya selalu terbuka bagi personel Satgas yang ingin beribadah bersama jemaat.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa tugas TNI di wilayah perbatasan tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga membangun jembatan persaudaraan dengan masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis, Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha terus berupaya menghadirkan rasa aman, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama terciptanya stabilitas di wilayah perbatasan.

Sumber: Pen Yonif 645/Gardatama Yudha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version