KKN UINSA dan Pokdarwis Jatimulyo Kembangkan Smokeless Burn Barrel, Solusi Pengelolaan Sampah Minim Asap di Kawasan Wisata

Bagikan :

NGAWI,TelusuR.ID – Upaya menjaga kebersihan destinasi wisata di Desa Jatimulyo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, mendapat sentuhan inovasi dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 01 UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Berkolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jatimulyo, mereka mengembangkan Smokeless Burn Barrel, drum pembakar sampah minim asap yang ditujukan untuk mendukung pengelolaan sampah di kawasan Wisata Gunung Kendil dan Pasar Bantar, Senin (20/7/2026).

Inovasi tersebut lahir dari kebutuhan pengelola wisata akan sistem pengelolaan sampah yang sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan di lapangan. Berbeda dengan pembakaran terbuka yang menghasilkan asap pekat dan berpotensi mengganggu aktivitas wisata, Smokeless Burn Barrel memanfaatkan sistem sirkulasi udara sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna dan menghasilkan emisi asap yang lebih sedikit.

Alat ini dibuat dari drum bekas berkapasitas sekitar 200 liter yang dimodifikasi dengan sejumlah lubang ventilasi untuk mengoptimalkan aliran oksigen selama proses pembakaran. Selain menekan biaya pembuatan, penggunaan material yang mudah diperoleh diharapkan memudahkan masyarakat mereplikasi teknologi tersebut secara mandiri.

Drum pembakar itu diperuntukkan bagi sampah organik kering seperti daun, ranting, rumput kering, serta material mudah terbakar seperti kertas dan kardus. Sementara itu, sampah plastik, limbah berbahaya, maupun bahan lain yang berpotensi menghasilkan zat beracun tidak dianjurkan untuk dibakar demi menjaga aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Tak hanya menyerahkan alat, mahasiswa KKN juga memberikan pelatihan kepada pengelola wisata mengenai tata cara penggunaan, perawatan, hingga pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Edukasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga kualitas destinasi wisata.

Koordinator kegiatan KKN 01 UIN Sunan Ampel Surabaya, Davin Rahmada Adkha, mengatakan Smokeless Burn Barrel merupakan bentuk penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Kami melihat pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas destinasi wisata. Melalui inovasi ini, kami berharap pengelola memiliki alternatif yang lebih efektif untuk mengurangi penumpukan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan wisata,” ujar Davin.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Lamin, warga Desa Jatimulyo, menilai inovasi sederhana itu dapat membantu menciptakan kawasan wisata yang lebih bersih dan nyaman bagi pengunjung.

“Menurut saya, alat ini sangat bermanfaat karena sampah bisa dikelola dengan lebih baik. Semoga kawasan wisata menjadi semakin bersih sehingga pengunjung merasa lebih nyaman saat datang ke Gunung Kendil maupun Pasar Bantar,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Smokeless Burn Barrel diserahkan kepada Pokdarwis Jatimulyo untuk dimanfaatkan dalam pengelolaan sampah di kawasan Wisata Gunung Kendil dan Pasar Bantar. Mahasiswa KKN juga mendorong pengelola wisata untuk terus mengedukasi masyarakat dan wisatawan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan destinasi wisata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version