Kesegaran Jeruk Siyem dan Senyum Uswatun Mustafida, Perjuangan yang Menginspirasi dari Lorong Pasar
SIDOARJO,TelusuR.ID – Terik matahari siang tak pernah benar-benar membuat aktivitas di pasar tradisional berhenti. Di tengah riuh suara pedagang yang saling menawarkan dagangan dan langkah pengunjung yang datang silih berganti, seorang perempuan muda dengan senyum ramah tampak menyusuri lorong-lorong pasar sambil memanggul keranjang berisi jeruk siyem.
Namanya Uswatun Mustafida. Namun, para pelanggan lebih akrab memanggilnya Fida. Belakangan, sosok perempuan asal Sidoarjo itu ramai diperbincangkan di media sosial. Bukan semata karena parasnya yang menawan, melainkan karena kisah perjuangannya yang dinilai menginspirasi banyak orang.
Di balik senyumnya, tersimpan cerita tentang kerja keras yang dijalani hampir setiap hari demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Saat ditemui di sela aktivitasnya berjualan, Fida bercerita bahwa dirinya telah lama menggantungkan hidup dari berjualan jeruk siyem. Setiap pagi hingga siang, ia berkeliling dari satu pasar ke pasar lain, mulai dari Pasar Porong, Candi, hingga Waru, menawarkan jeruk langsung kepada para pembeli.
“Aku biasanya jualannya keliling pasar, langsung ke pembeli,” ujarnya sambil tetap melayani pelanggan.
Baginya, setiap buah jeruk yang terjual bukan sekadar transaksi. Ada harapan yang dibawa pulang untuk keluarganya.
Tak hanya mengandalkan penjualan jeruk siyem, Fida juga memanfaatkan waktu luangnya untuk berkeliling ke sejumlah warung kopi menjajakan teh celup. Berbagai cara ia lakukan agar dapur tetap mengepul dan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.
“Alhamdulillah cukup buat kebutuhan sehari-hari, apalagi aku juga jualan teh celup,” tuturnya.
Perjalanan usahanya tentu tidak selalu berjalan mulus. Ada hari-hari ketika dagangan sepi pembeli atau hasil penjualan tidak sesuai harapan. Namun, kondisi itu tidak pernah membuat semangatnya surut. Justru dari setiap tantangan, Fida belajar untuk terus bertahan dan mencari cara agar pelanggannya tetap percaya.
Baginya, menjaga kualitas dagangan dan memberikan pelayanan yang tulus merupakan modal utama dalam membangun kepercayaan.
“Yang paling penting memberikan yang terbaik untuk pelanggan. Itu yang selalu saya pegang dalam menjalani usaha,” katanya.
Kesederhanaan Fida mengajarkan bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari langkah besar, tetapi dari ketekunan menjalani pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Ia percaya, optimisme, kerja keras, dan kegigihan adalah bekal utama untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Di tengah derasnya arus media sosial yang kerap menyoroti penampilan seseorang, kisah Uswatun Mustafida mengingatkan bahwa nilai seseorang sesungguhnya terletak pada semangat bekerja, kejujuran, dan ketulusannya dalam mencari rezeki. Senyum yang ia tebarkan di lorong-lorong pasar menjadi simbol bahwa setiap pekerjaan yang dijalani dengan ikhlas selalu memiliki kehormatan dan cerita yang layak diapresiasi.
(Redho Fitriyadi)



