Pererat Ukhuwah di Garis Batas, Satgas Yonarmed 13/Nanggala Rayakan Maulid Bersama Warga Badau

Bagikan :

KAPUAS HULU,TelusuR.ID – Di tengah tugas menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad tak hanya menjalankan tugas pengamanan. Mereka juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui ruang-ruang kebersamaan.

Salah satunya melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar di Musala Al-Mujahidin, Pos Komando Taktis (Kotis) Satgas Yonarmed 13/Nanggala, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (6/9/2026).

Peringatan tersebut berlangsung khidmat dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Prajurit TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga sekitar duduk bersama untuk mengenang sekaligus meneladani perjalanan hidup Rasulullah Muhammad SAW.

Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Dansatgas, kemudian dilanjutkan pembacaan Kitab Barzanji yang dipimpin Ustadz Munasir bersama rombongan. Lantunan selawat yang diiringi musik hadroh membuat suasana musala semakin syahdu.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama serta doa yang dipimpin Kepala KUA Kecamatan Badau, Ustadz Mawardi.

Letkol Arm Rokib Hanafi mengatakan, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda keagamaan tahunan. Momentum tersebut, kata dia, menjadi pengingat bagi seluruh prajurit dan masyarakat untuk meneladani akhlak serta kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai seperti kepedulian, persaudaraan, kejujuran, dan pengabdian kepada sesama dinilai memiliki makna penting, terutama bagi prajurit yang menjalankan tugas di wilayah perbatasan.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi kita semua untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Rokib.

Ia menegaskan, keberadaan Satgas Pamtas di wilayah perbatasan tidak semata berkaitan dengan pengamanan wilayah dan penjagaan kedaulatan negara. Lebih dari itu, prajurit juga memiliki tanggung jawab untuk membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat.

Melalui kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi, komunikasi dan silaturahmi antara TNI dengan masyarakat diharapkan semakin erat.

Bagi masyarakat Badau, kebersamaan tersebut menjadi gambaran lain dari kehidupan di garis batas. Di tengah wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, musala menjadi ruang yang mempertemukan prajurit dan warga dalam ikatan persaudaraan.

Tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Kecamatan Badau pun menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka mengapresiasi inisiatif prajurit Satgas Yonarmed 13/Nanggala yang membuka ruang kebersamaan melalui kegiatan keagamaan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Musala Al-Mujahidin akhirnya berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat.

Di perbatasan, tugas menjaga negeri ternyata tidak hanya dilakukan melalui penjagaan wilayah. Terkadang, kedekatan dengan rakyat juga tumbuh dari kesederhanaan—duduk bersama, melantunkan selawat, dan menguatkan persaudaraan di bawah satu atap.

(Armed 13 Nanggala Kostrad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version