Edy Musyadad Dorong Porkab Jombang Jadi Panggung Seleksi Talenta Menuju Porprov
JOMBANG, TelusuR.ID — Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Jombang 2026 tidak ingin berhenti sebagai kompetisi perebutan trofi. Ajang yang berlangsung di Lapangan Mancar itu didorong menjadi panggung seleksi sekaligus pemantauan talenta sepak bola Jombang untuk diproyeksikan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Dorongan tersebut disampaikan Edy Musyadad, Exco PSSI bidang pembinaan Kabupaten Jombang, yang melihat Porkab sebagai bagian penting dari proses regenerasi pemain di daerah.
Kepada TelusuR.ID, Rabu (2/9/2026), Edy menegaskan bahwa Porkab memiliki fungsi lebih besar daripada sekadar menentukan tim terbaik.
“Event ini sebagai ajang seleksi Porprov,” kata Edy.
Menurut Edy, pertandingan di Porkab menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kemampuan pemain ketika berada dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya.
“Yang kita lihat bukan hanya hasil pertandingan atau siapa yang juara. Dari Porkab ini kita bisa melihat pemain-pemain yang punya potensi untuk dikembangkan dan dipersiapkan ke jenjang berikutnya,” ujarnya.
Edy: Talenta Harus Dipantau Sejak Level Kabupaten
Edy menilai, proses mencari pemain potensial harus dilakukan sejak kompetisi di tingkat kabupaten. Porkab menjadi salah satu ruang penting karena pemain mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan di hadapan pelatih dan pihak-pihak yang terlibat dalam pembinaan.
“Pemain bagus harus kita beri ruang untuk menunjukkan kemampuannya. Karena itu Porkab ini jangan hanya dilihat sebagai pertandingan biasa, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembinaan,” kata Edy.
Menurut dia, kemampuan seorang pemain tidak cukup dinilai dari aspek teknis semata. Mental bertanding, kedisiplinan, keberanian mengambil keputusan dan konsistensi juga menjadi bagian penting dalam melihat prospek seorang pemain.
“Kemampuan teknik penting, tetapi ketika pertandingan tekanan itu berbeda. Di situ mental, disiplin, kerja sama dan bagaimana pemain mengambil keputusan juga kelihatan,” ujarnya.
Karena itu, Edy berharap pemain yang tampil dalam Porkab tidak sekadar mengejar kemenangan bersama tim, tetapi juga memanfaatkan kompetisi sebagai kesempatan untuk menunjukkan perkembangan diri.
Trofi menjadi target tim, tetapi bagi pembinaan, talenta pemain adalah investasi jangka panjang.
Edy Tekankan Pembinaan Tak Berhenti Setelah Porkab
Bagi Edy, menemukan pemain potensial di Porkab hanyalah langkah awal. Pemain yang dinilai memiliki prospek tetap membutuhkan pembinaan dan pemantauan setelah kompetisi berakhir.
“Jangan sampai setelah Porkab selesai, selesai juga prosesnya. Kalau ada pemain yang potensial, harus ada tindak lanjut pembinaan. Mereka harus terus dipantau dan diberi kesempatan berkembang,” tegasnya.
Ia menilai keberhasilan sebuah kompetisi tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang mengangkat trofi di partai final.
“Ukuran keberhasilannya jangan hanya siapa juaranya. Kalau dari Porkab ini kita bisa menemukan pemain yang kemudian berkembang dan bisa masuk tim Porprov, itu juga sebuah keberhasilan,” kata Edy.
Pandangan tersebut membuat Porkab memiliki fungsi strategis dalam membangun rantai regenerasi sepak bola Jombang.
Lapangan Mancar Jadi Panggung Talenta Lokal
Porkab Jombang 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 3 hingga 8 September 2026.
Laga pembuka pada Kamis (3/9) mempertemukan Sedali Putra kontra Tambakrejo FC pukul 13.30 WIB. Selanjutnya, MFC menghadapi Putra Gama pada pukul 15.30 WIB.
Lapangan Mancar diperkirakan menjadi pusat perhatian masyarakat selama gelaran Porkab. Dukungan suporter, persaingan antartim dan atmosfer pertandingan akan memberikan pengalaman kompetitif bagi para pemain.
Terlebih, masyarakat dapat menyaksikan pertandingan secara gratis tanpa dipungut biaya.
Edy berharap antusiasme masyarakat tersebut ikut menjadi energi positif bagi perkembangan sepak bola lokal.
“Kami berharap masyarakat ikut datang dan memberikan dukungan. Sepak bola itu tidak bisa berjalan sendiri. Pemain butuh klub, pelatih, keluarga dan juga dukungan masyarakat,” ujarnya.
Menuju Porprov, Bukan Sekadar Mengejar Trofi
Kompetisi berlanjut hingga Selasa (8/9), dengan semifinal dijadwalkan pada Senin (7/9) dan final sehari berikutnya.
Namun, bagi Edy, partai final bukanlah akhir dari perjalanan pemain.
Panggung yang lebih besar adalah Porprov Jawa Timur.
“Porkab ini kita jadikan salah satu pintu untuk menuju Porprov. Jadi pemain harus menunjukkan kemampuan terbaiknya, tetapi setelah itu harus siap mengikuti proses pembinaan berikutnya,” ujar Edy.
Ia menekankan bahwa kesempatan menuju level provinsi tidak cukup diperoleh hanya dengan tampil bagus dalam satu pertandingan.
“Yang dicari tentu bukan hanya pemain yang bagus sekali di satu pertandingan. Kita butuh pemain yang konsisten, mau bekerja keras, disiplin dan punya kemauan untuk berkembang,” katanya.
Edy Ingin Regenerasi Sepak Bola Jombang Terus Berjalan
Menurut Edy, pembinaan sepak bola daerah harus memiliki kesinambungan. Ketika satu generasi berakhir, harus tersedia generasi berikutnya yang siap mengambil peran.
“Kita harus berpikir soal regenerasi. Jangan sampai Jombang kekurangan pemain ketika masuk ke kompetisi berikutnya. Dari sekarang harus mulai disiapkan,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap Porkab 2026 tidak hanya menghasilkan satu tim juara, tetapi juga melahirkan pemain-pemain yang kelak mampu membawa nama Jombang di level yang lebih tinggi.
“Harapannya dari Porkab ini muncul pemain-pemain potensial. Mereka kita bina, kita pantau, dan kalau memang memenuhi kriteria, kita siapkan untuk Porprov,” pungkas Edy.
Dengan demikian, Porkab 2026 bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara di Lapangan Mancar.
Bagi Edy Musyadad, kompetisi ini adalah titik awal untuk mencari, menguji dan menyiapkan talenta sepak bola Jombang agar memiliki jalan menuju panggung Porprov Jawa Timur.
