SURABAYA,TelusuR.ID — Upaya membangun ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari lahan yang sudah siap ditanami. Di Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, para prajurit Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2) justru memulainya dengan memastikan kondisi tanah secara ilmiah.
Pasmar 2 bersama PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Indonesia melakukan uji laboratorium tanah di Lapangan Tembak FX Soepramono, Bumi Marinir Karangpilang, Rabu (12/8/2026). Langkah ini menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Wadan Pasmar 2 Brigjen TNI Mar Supriyadi Tarigan, S.I.P., M.M., bersama Aster Danpasmar 2 Kolonel Mar Joko Fitrianto dan jajaran, hadir menyaksikan proses pengujian tersebut.
Kegiatan tidak dilakukan sekadar untuk mengetahui apakah tanah subur atau tidak. Tim Mobile Laboratorium bersama prajurit Pasmar 2 mengambil sampel tanah dari sejumlah lokasi, mulai dari area sekitar Marines Sport Center, kebun alpukat, hingga lahan tidur.
Sampel tersebut kemudian diperiksa menggunakan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) untuk mengetahui kondisi dan tingkat kesuburan tanah. Data itu nantinya menjadi dasar dalam menentukan perlakuan yang sesuai terhadap masing-masing lahan.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena setiap lahan memiliki karakteristik berbeda. Pemupukan dan pengolahan tanah tidak bisa dilakukan dengan pola yang sama tanpa mengetahui kondisi tanah terlebih dahulu.
Bagi Pasmar 2, hasil pengujian ini akan menjadi pijakan untuk menyusun formula pemupukan dan penanganan tanah secara lebih tepat. Dengan begitu, lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi area produktif.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan lahan yang ada agar dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan,” demikian semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut.
Kerja sama dengan dunia industri juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Keterlibatan PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Indonesia memberikan dukungan berbasis pengetahuan dan teknologi sehingga pengelolaan lahan tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga data hasil pengujian.
Bagi para prajurit yang terlibat, kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa tugas pembinaan teritorial dapat hadir dalam bentuk yang dekat dengan kebutuhan masyarakat: memastikan tanah dikelola secara tepat, produktif, dan berkelanjutan.
Ke depan, hasil uji tanah diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan program ketahanan pangan di lingkungan Korps Marinir. Lahan yang sebelumnya belum termanfaatkan diharapkan dapat diolah menjadi sumber pangan yang produktif sekaligus mendukung kemandirian pangan.
Pada akhirnya, ketahanan pangan bukan hanya soal seberapa luas lahan yang tersedia, tetapi juga bagaimana tanah tersebut dipahami, dirawat, dan dimanfaatkan secara bijak agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
(Pasmar 2)
