Mengabdi Demi Ulama: Banser Jatim Siapkan Pengamanan Humanis dan Pelayanan Khidmat di Muktamar NU ke-35

Bagikan :

SURABAYA, TelusuR.id – Semangat khidmat dan pelayanan terbaik disiapkan jajaran Badan Otonom Nahdlatul Ulama Jawa Timur menjelang perhelatan Muktamar ke-35 NU. Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Jawa Timur secara khusus menggelar Rapat Koordinasi Pengamanan guna mematangkan skema pelayanan dan pengawalan acara yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Pertemuan penting yang berlangsung di Graha PW GP Ansor Jawa Timur pada Ahad (2/8) tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril. Rapat tersebut dihadiri pula oleh Kasatkorwil Banser Jawa Timur, H. Rizza Ali Faizin, bersama seluruh jajaran komandan satuan Banser se-Jawa Timur.

Sebagai tuan rumah, PW GP Ansor dan Satkorwil Banser Jawa Timur menegaskan komitmen penuh untuk mendedikasikan tenaga demi menyukseskan forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut. Fokus utama pengerahan pasukan tidak hanya bertumpu pada aspek pengamanan, tetapi juga menonjolkan pelayanan yang ramah dan pencerahan suasana penuh khidmah.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, menegaskan bahwa Muktamar ke-35 NU merupakan momentum sakral sekaligus etalase wajah Nahdlatul Ulama. Dari forum permusyawaratan inilah arah perjuangan dan kebijakan organisasi untuk lima tahun ke depan dirumuskan oleh para ulama.

“Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama merupakan momentum yang sangat strategis bagi perjalanan jam’iyah. Karena itu, sebagai tuan rumah, Jawa Timur memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung penuh khidmah,” ujar Musaffa Safril, dalam keterangannya kepada Telusur.id, Senin (3/8/2026).

Musaffa menekankan bahwa pendekatan pengamanan yang diusung oleh Banser akan didominasi oleh sikap santun dan mengayomi. “GP Ansor dan Banser Jawa Timur berkomitmen memberikan dukungan terbaik melalui pengamanan profesional dan pelayanan yang humanis,” tuturnya dengan mantap.

Seluruh kader Banser diimbau untuk meniatkan tugas lapangan ini sebagai bentuk ikhtiar serta pengabdian tulus kepada para kiai dan jam’iyah. “Kami ingin setiap peserta Muktamar merasakan bahwa Jawa Timur menyambut mereka dengan kesiapan, keramahan, dan semangat khidmah yang mendalam,” sambung Musaffa.

Guna menghadirkan suasana yang nyaman bagi para kiai dan kiai sepuh, rapat koordinasi tersebut membedah beragam mekanisme teknis pelayanan peserta. Aspek yang dimatangkan meliputi skema penataan arus jamaah, pemetaan jalur ramah lansia, pengawalan tamu, hingga penanganan darurat kesehatan.

Kasatkorwil Banser Jawa Timur, H. Rizza Ali Faizin, mengonfirmasi bahwa kesiapan pelayanan Banser akan dimulai lebih awal dari jadwal pembukaan. Seluruh personel siaga dipastikan sudah mengawal kawasan arena Muktamar sejak 25 Agustus 2026, dua hari sebelum perhelatan resmi dibuka.

Setiap harinya, sebanyak 2.000 personel Banser akan bersiap memberikan pelayanan terdepan di lapangan. Ribuan petugas tersebut dibagi secara fleksibel ke dalam tiga shift operasional dan disebar di 24 titik layanan strategis di area Muktamar.

Selain bertugas mengarahkan mobilitas massa, Banser juga menghadirkan fasilitas kesehatan cuma-cuma demi kenyamanan para pengunjung. Sebanyak tiga pos pelayanan kesehatan gratis didirikan dan siap beroperasi penuh untuk melayani para kiai, peserta, maupun masyarakat umum.

Pola pengayoman dan pengamanan di lapangan dibangun melalui kolaborasi terpadu bersama elemen internal NU lainnya, seperti Pagar Nusa dan SIGAP (Sistem Keamanan Pondok). Langkah terintegrasi ini juga diselaraskan bersama jajaran aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri.

“Kami tidak hanya fokus pada aspek keamanan semata, melainkan mengedepankan sisi pelayanan. Banser hadir untuk memastikan seluruh rangkaian Muktamar berjalan lancar dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh kiai dan peserta,” jelas Kasatkorwil Banser Jatim, H. Rizza Ali Faizin.

Secara keseluruhan, Satkorwil Banser Jawa Timur telah menyiagakan sekitar 20.000 personel yang akan diterjunkan secara bergelombang selama gelaran Muktamar. Seluruh personel dibekali instruksi untuk bersikap takzim dan sigap mengarahkan jamaah yang membutuhkan informasi atau bantuan lokasi.

Sinergi yang solid antara pengamanan profesional dan keramahtamahan Banser diharapkan mampu mencerminkan nilai-nilai luhur ajaran Nahdlatul Ulama. Pendekatan ini ditujukan agar iklim persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah) terasa kental sepanjang gelaran Muktamar.

Melalui koordinasi matang ini, jajaran Banser Jawa Timur optimistis pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang dapat berjalan dengan tertib, damai, dan berkesan. Seluruh ikhtiar pelayanan ini dipersembahkan demi kelancaran musyawarah para ulama serta kemaslahatan bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version