JOMBANG,TelusuR.ID — Peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menerima secara aklamasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021-2026.
LPJ disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam sidang Muktamar di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Ahmad, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).
Penerimaan secara aklamasi itu menandai berakhirnya masa kepengurusan PBNU periode 2021-2026. Sidang diikuti jajaran syuriyah dan tanfidziyah serta utusan PWNU, PCNU, dan PCINU.
Dalam laporan tersebut, Gus Yahya menyampaikan sejumlah capaian sekaligus mengakui masih ada program dan keputusan kepengurusan yang belum sempurna.
“Lima tahun yang lalu kami menerima amanah ini. Sekarang, kami izin untuk menyampaikan penjelasan atas segala ikhtiar yang telah kami kerjakan,” kata Gus Yahya dalam sidang Muktamar.
Ia mengatakan kepengurusan PBNU telah berupaya menjalankan mandat organisasi di tengah perubahan yang terjadi selama lima tahun terakhir. Namun, ia tidak menampik adanya sejumlah kekurangan.
“Ada yang berhasil, ada yang belum sempurna, ada yang masih membutuhkan waktu, dan ada yang mungkin terdapat keputusan-keputusan kami yang sebetulnya kelak dinilai perlu diperbaiki,” ujarnya.

Gus Yahya kemudian meminta maaf kepada jajaran pengurus, para ulama, dan warga Nahdlatul Ulama atas kekurangan selama kepengurusan 2021-2026.
Permintaan maaf tersebut disampaikan sebelum peserta Muktamar menyatakan menerima LPJ secara aklamasi.
Setelah LPJ diterima, Gus Yahya menyampaikan terima kasih kepada jajaran PBNU, PWNU, PCNU, PCINU, dan kader NU yang telah terlibat dalam pelaksanaan program organisasi selama masa kepengurusannya.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pengurus PBNU, jajaran PW, PC, PCI, hingga para kader di akar rumput,” katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para masyayikh dan kiai sepuh yang memberikan arahan selama masa kepemimpinannya.
Gus Yahya menutup penyampaian LPJ dengan harapan seluruh pengabdian pengurus selama periode tersebut mendapat keberkahan.
“Semoga seluruh peluh dan dedikasi ini dicatat sebagai amal yang penuh keberkahan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” ujarnya.
Tepuk tangan kemudian terdengar dari peserta Muktamar.