Low Profile tapi Berpengaruh, Ketua Pokmas Ini Jadi Mitra Strategis TNI Bangun Serengan

Bagikan :

Low Profile, Kerjanya Menentukan Sukses TMMD: Sigit Rahmadi, Motor Penggerak di Balik Pengabdian TNI untuk Warga Serengan

Surakarta – Di balik riuh aktivitas prajurit TNI yang bergotong royong bersama warga membangun fasilitas umum dalam program TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 Kodim 0735/Surakarta, ada sosok yang nyaris tak pernah tersorot kamera. Ia bukan perwira berseragam loreng, melainkan Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kelurahan Serengan, Sigit Rahmadi, yang menjadi penghubung penting antara kebutuhan warga dan kerja nyata TNI di lapangan.

Bagi masyarakat, TMMD identik dengan pembangunan fisik. Namun di balik proyek yang berjalan tepat waktu dan sesuai kebutuhan warga, terdapat proses panjang yang membutuhkan koordinasi, perencanaan, hingga pertanggungjawaban administrasi yang tidak sederhana. Peran itulah yang setiap hari dipikul Sigit Rahmadi.

Sejak tahap awal, ia terlibat dalam menghimpun aspirasi masyarakat, menyusun usulan sasaran pembangunan, menyusun Rencana Anggaran Belanja (RAB), mengawal proses administrasi, hingga memastikan seluruh pekerjaan berjalan selaras dengan jadwal pelaksanaan TMMD yang berlangsung di kawasan Makam Bergolo RT 02 dan RT 06 RW 06, Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Selasa (4/8/2026).

Di lapangan, aktivitas Sigit nyaris tak mengenal waktu. Ketika personel Satgas TMMD berjibaku mengerjakan sasaran fisik bersama warga, ia memastikan seluruh kebutuhan pekerjaan tersedia. Mulai dari pengaturan distribusi material, penyusunan jadwal pekerjaan, koordinasi lintas unsur, hingga pelaporan perkembangan pembangunan kepada satuan atas dilakukan secara cermat.

Pekerjaan yang tampak administratif itu justru menjadi salah satu fondasi keberhasilan TMMD. Kesalahan kecil dalam perencanaan atau distribusi material dapat menghambat proses pembangunan yang telah disusun secara ketat.

Program TMMD sendiri memang tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat untuk menyelesaikan kebutuhan riil warga melalui semangat gotong royong.

Di Serengan, kolaborasi tersebut terlihat nyata. Satgas TMMD Kodim 0735/Surakarta bekerja berdampingan dengan Pokmas, perangkat kelurahan, organisasi masyarakat seperti MTA dan LDII, serta warga yang secara sukarela terlibat dalam setiap tahapan pekerjaan.

Sinergi itu membuat proses pembangunan tidak sekadar menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antara prajurit TNI dan masyarakat. Kehadiran TNI melalui TMMD menjadi bukti bahwa pembangunan desa dan wilayah perkotaan dapat berjalan lebih cepat ketika seluruh elemen masyarakat bergerak dalam satu tujuan.

Sigit mengakui tanggung jawab yang diembannya bukan perkara ringan. Setiap tahapan pekerjaan harus terdokumentasi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan, karena seluruh proses menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program TMMD.

“Menjadi Pokmas tentu bukan pekerjaan yang mudah. Semua tahapan harus direncanakan, dilaksanakan, dan dilaporkan secara akuntabel. Saya tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Keberhasilan TMMD ini adalah hasil kerja sama Satgas TMMD, organisasi masyarakat seperti MTA dan LDII, pemerintah, serta seluruh warga yang ikut bergotong royong,” ujar Sigit.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama TMMD terus terjaga, bahkan setelah program selesai dilaksanakan.

Sementara itu, pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 Kodim 0735/Surakarta kembali memperlihatkan bahwa kekuatan utama program ini bukan hanya terletak pada hasil pembangunan fisik, melainkan pada kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui pendekatan partisipatif, TNI tidak sekadar membangun fasilitas, tetapi juga membangun kepercayaan, mempererat solidaritas, dan menghidupkan kembali budaya gotong royong yang menjadi identitas bangsa.

Di balik kesuksesan setiap sasaran TMMD, terdapat banyak tangan yang bekerja tanpa sorotan. Sosok seperti Sigit Rahmadi menjadi bukti bahwa keberhasilan program pengabdian TNI kepada masyarakat lahir dari kolaborasi yang tulus antara prajurit dan warga, dengan satu tujuan yang sama: menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version