SUMENEP, TelusuR.id — Gelaran Kejuaraan Cabang (Kejurcab) V Pagar Nusa Kabupaten Sumenep resmi ditutup pada Minggu (2/8/2026). Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan sekaligus seleksi atlet pencak silat menuju level yang lebih tinggi.
Kejuaraan yang berlangsung penuh antusiasme ini menegaskan komitmen Pagar Nusa dalam menjaring bakat-bakat muda pencak silat dari tingkat tapak hingga pengurus cabang.
Para peserta bertanding membawa semangat sportivitas tinggi demi memperebutkan tiket mewakili daerah di kejuaraan tingkat provinsi.
Karakter dan Integritas Pendekar Muda
Kehadiran Anggota DPD RI, Lia Istifhama, memberikan apresiasi tersendiri dalam penutupan ajang bergengsi tingkat kabupaten ini. Ia menegaskan bahwa kejuaraan pencak silat tidak sekadar kompetisi untuk berburu predikat juara.
Menurut Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut, Kejurcab menjadi ruang strategis pembentukan karakter generasi muda melalui penanaman nilai disiplin, sportivitas, dan tanggung jawab.
Lebih dari itu, ajang ini dinilai ampuh dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air serta memupuk akhlakul karimah sebagai fondasi utama seorang pendekar.
“Kegiatan seperti ini patut diapresiasi karena mampu mempererat ukhuwah, melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus menjaga eksistensi Pagar Nusa sebagai benteng Nahdlatul Ulama. Saya juga bersyukur dapat bersilaturahmi dengan para pendekar dan penjaga benteng NU di Kabupaten Sumenep,” ujar Lia, kepada Telusur.id.
Ia menilai Pagar Nusa memiliki peran kunci dalam membina generasi muda agar tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki integritas moral serta komitmen menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Persiapan Menuju Kejurwil Jatim di Banyuwangi
Sementara itu, Ketua Pagar Nusa Sumenep, KH Drs. Abdul Muiz, MM, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh atlet, pelatih, panitia, dan pengurus yang telah menyukseskan Kejurcab V.
Ia menaruh harapan besar agar para atlet yang menorehkan prestasi terus mengasah kemampuan dan menjaga konsistensi latihan. Sebab, ajang ini menjadi batu loncatan menuju Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Pagar Nusa Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Banyuwangi.
“Kejurcab ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi merupakan proses seleksi atlet terbaik yang nantinya akan membawa nama baik Kabupaten Sumenep pada Kejurwil. Teruslah berlatih, jaga akhlak, disiplin, dan semangat juang sebagai pesilat Pagar Nusa,” tegas KH Abdul Muiz.
Persaingan Ratusan Pesilat dan Daftar Juara
Secara keseluruhan, Kejurcab V Pagar Nusa Kabupaten Sumenep diikuti oleh sekitar 200 atlet. Mereka merupakan representasi dari Pengurus Anak Cabang (PAC), rayon, hingga ranting se-Kabupaten Sumenep.
Kemeriahan dan kualitas persaingan makin meningkat lantaran ajang ini turut diikuti oleh kontingen dari PC Pagar Nusa Kangean yang datang membawa daya juang tinggi.
Berdasarkan perolehan hasil akhir, Pondok Pesantren (PP) Mathali’ul Anwar berhasil mengukuhkan diri sebagai Juara Umum I setelah mendominasi persaingan dengan raihan 13 medali emas.
Adapun posisi Juara Umum II disabet oleh PC Pagar Nusa Kangean dengan perolehan 5 medali emas, disusul Ranting Kebun Dadap sebagai Juara Umum III yang mengoleksi 4 medali emas.
Apresiasi Pesilat Terbaik dan Penutup
Tak hanya kategori tim, penghargaan perorangan juga diserahkan dalam acara penutupan. Gelar Pesilat Terbaik Putri berhasil diraih oleh Zainaba Zahwa Qotrun Nada dari Rayon ABI Sujak.
Sementara itu, gelar Pesilat Terbaik Putra dinobatkan kepada Danielul Irsyad dari Rayon PPMA atas konsistensi dan penampilan gemilangnya sepanjang turnamen.
Ketua Panitia Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep, Busyro, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan.
Dengan berakhirnya Kejurcab V, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kabupaten Sumenep menatap optimistis persiapan para atlet menuju Kejurwil Jatim. Momentum ini diharapkan melahirkan pesilat unggul yang siap mengharumkan nama Sumenep di kancah regional hingga nasional, sekaligus meneguhkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah bagi seluruh kader Nahdlatul Ulama.
