JOMBANG,TelusuR.ID — Wajah kawasan sekitar Lapangan Untung Suropati, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai berubah. Sejumlah ruko yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga dibongkar menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Pembongkaran itu bukan tanpa konsekuensi. Di balik persiapan sebuah agenda besar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut, ada pedagang yang harus menghentikan sementara aktivitas usahanya dan meninggalkan tempat mereka mencari nafkah.
Pantauan di lokasi, Jumat (14/8/2026) siang, alat berat mulai bekerja menata kawasan sekitar venue pembukaan Muktamar. Satu ekskavator dan satu truk milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang dikerahkan untuk membongkar bangunan sekaligus mengangkut material sisa.
Kepala Desa Tambakrejo, Moh Nasir Fadlillah, mengatakan penataan kawasan tersebut menyasar enam ruko dan dua fasilitas umum yang berada di sekitar lokasi utama pembukaan Muktamar NU.
Menurut Nasir, pemerintah desa bersama panitia lokal berupaya memastikan pedagang yang terdampak tidak ditinggalkan begitu saja.
“Semua kompensasi sudah klir. Perhitungannya berdasarkan penghasilan selama empat hari tutup, sehingga nominalnya berbeda-beda,” kata Nasir saat ditemui bersama Direktur BUMDes Berkah Sejahtera Desa Tambakrejo, Arif Rohmatus Salam, Sabtu (15/8/2026).
Kompensasi yang diterima para pemilik ruko berkisar Rp5 juta hingga Rp8 juta. Seluruhnya ditanggung dan disalurkan Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU.
Tak berhenti pada kompensasi, panlok juga menanggung proses pemindahan pedagang yang terdampak. Langkah itu dilakukan agar penataan kawasan untuk kepentingan Muktamar tidak sepenuhnya dibayar dengan hilangnya ruang usaha warga.
Dari enam pedagang terdampak, empat di antaranya telah dipindahkan ke lokasi sementara. Sementara dua pedagang lainnya masih menunggu lokasi ruko sementara yang dinilai sesuai.
“Untuk tempat relokasi, empat pedagang sudah direlokasi ke tempat sementara. Dua pedagang lainnya masih dicarikan ruko sementara. Nanti proses relokasinya ditanggung panlok,” ujar Nasir.
Bukan Sekadar Bongkar Bangunan
Penataan kawasan ini menjadi bagian dari persiapan Jombang menyambut kedatangan peserta dan penggembira Muktamar ke-35 NU. Agenda nasional tersebut akan berpusat di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas.
Karena itu, kawasan di sekitar Lapangan Untung Suropati ikut ditata untuk mendukung akses dan kelancaran aktivitas selama rangkaian Muktamar berlangsung.
Namun, bagi warga sekitar, perubahan kawasan tersebut bukan semata soal alat berat dan bangunan yang diratakan. Ada aktivitas ekonomi yang ikut bergerak, ada pedagang yang harus mencari tempat baru, dan ada kebutuhan untuk memastikan persiapan acara besar tetap berjalan tanpa mengabaikan kepentingan warga.
Pemerintah Desa Tambakrejo menargetkan seluruh proses pembongkaran, penataan kawasan, hingga relokasi pedagang dapat diselesaikan paling lambat 20 September 2026.
Muktamar NU ke-35 pun perlahan mulai mengubah wajah kawasan Tambakberas. Di satu sisi, Jombang bersiap menyambut agenda besar yang akan mendatangkan banyak orang. Di sisi lain, pekerjaan rumahnya jelas: memastikan geliat acara nasional itu juga tetap memberi ruang bagi warga yang selama ini hidup dan mencari nafkah di kawasan tersebut.
