JOMBANG,TelusuR.ID — Menjaga ketahanan pangan ternyata tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Di tengah hamparan tanaman jagung, kepedulian itu juga tumbuh dari kerja-kerja sederhana yang dilakukan bersama masyarakat.
Hal itu dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Bongkot, Polsek Peterongan, dengan turun langsung memantau lahan jagung milik warga di Dusun Sentulan, Desa Bongkot, Kabupaten Jombang.
Lahan milik Bukhori tersebut memiliki luas sekitar 7.500 meter persegi. Tanaman jagung yang berada di lahan itu menjadi salah satu bagian dari upaya pemanfaatan lahan produktif sekaligus mendukung program ketahanan pangan di wilayah desa binaan.
Bagi petani, kondisi tanaman tentu bukan perkara sepele. Pertumbuhan yang terganggu sejak awal bisa berujung pada menurunnya hasil panen. Karena itu, pemantauan dilakukan untuk melihat kondisi tanaman sekaligus mengidentifikasi lebih dini apabila muncul gangguan yang berpotensi memengaruhi produktivitas.
Bhabinkamtibmas tidak hanya melihat kondisi tanaman, tetapi juga membangun komunikasi dengan pemilik lahan mengenai perawatan dan kendala yang mungkin dihadapi selama proses budidaya.
Kapolsek Peterongan AKP Hidayatturrachman mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan Polri terhadap penguatan ketahanan pangan di tingkat desa.
“Pemantauan lahan tanaman jagung ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan. Kami mendorong para petani agar terus mengoptimalkan lahan pertanian yang ada serta melakukan perawatan tanaman secara rutin,” ujarnya.
Menurut dia, pendampingan di lapangan diharapkan membantu petani menjaga produktivitas lahan sehingga hasil panen dapat maksimal dan ikut memperkuat ketersediaan pangan masyarakat.
Pendekatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan dan ketertiban. Di desa binaan, mereka juga dituntut hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan sehari-hari, termasuk dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.
“Melalui Bhabinkamtibmas, kami akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap kegiatan pertanian di wilayah desa binaan sebagai bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat,” kata Hidayatturrachman.
Bagi warga seperti Bukhori, keberadaan aparat yang datang langsung ke lahan menjadi bagian dari perhatian yang terasa nyata. Sementara bagi kepolisian, menjaga ketahanan pangan dimulai dari memastikan lahan-lahan produktif di desa tetap terawat dan mampu menghasilkan.
Dari lahan jagung seluas 7.500 meter persegi itu, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan: ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi kerja bersama yang dimulai dari tanah yang terus ditanami dan dirawat.
